Komisi HAK dan Kerawam Tanjungkarang Dorong Aksi Nyata Lintas Iman dan Kepedulian Sosial

RADIO SUARA WAJAR, BANDAR LAMPUNG — Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Gereja secara nyata di tengah masyarakat melalui berbagai aksi sosial, lingkungan, dan lintas iman. Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat kerja (raker) yang digelar di Pastoran Paroki Santa Maria Immaculata Way Kandis, Kota Bandar Lampung, Sabtu (7/2/2026).

Raker yang diikuti 12 anggota ini dipimpin Ketua Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang, Romo Roy, bersama Sekretaris Marcus Budi Santoso. Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi gerakan pastoral yang berorientasi pada cinta kehidupan dan cinta lingkungan, sejalan dengan Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Tanjungkarang tahun 2026.

Romo Roy menekankan bahwa program-program yang dirumuskan tidak berhenti pada wacana, melainkan diarahkan pada keterlibatan konkret di tengah realitas sosial masyarakat. Salah satu agenda utama adalah kunjungan dan doa bersama bagi orang-orang sakit yang selama ini menjadi mitra, sahabat seperjalanan, serta rekan kerja lintas komisi, termasuk mereka yang berkecimpung di dunia politik.

“Kunjungan ini menjadi bentuk solidaritas dan kehadiran Gereja untuk meringankan beban hidup sesama,” kata Romo Roy.

Kepedulian terhadap lingkungan hidup juga menjadi perhatian serius Komisi HAK dan Kerawam. Dalam waktu dekat, direncanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan serta penanaman pohon di Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini dipandang sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam merawat ciptaan di tengah krisis ekologi global.

Selain itu, raker juga menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi umat Katolik yang telah terlibat di ranah sosial-politik, khususnya mereka yang terpilih sebagai anggota dewan. Melalui pertemuan dan berbagi pengalaman, Komisi HAK dan Kerawam berharap semakin banyak umat berani terlibat aktif dalam sistem kemasyarakatan, mulai dari tingkat akar rumput hingga jabatan publik.

“Tidak hanya di legislatif, eksekutif, atau yudikatif, tetapi juga di ruang-ruang sosial kemasyarakatan seperti RT, RW, lurah, dan camat,” ujar Romo Roy.

Dalam konteks penguatan jaringan, Komisi HAK dan Kerawam juga akan menghidupkan kembali sinergi dengan Sekretariat Bersama (Sekber) Patria, dengan melibatkan kaum muda serta para kader yang telah terjun ke dunia politik.

Sementara itu, sebagai upaya merawat persaudaraan di tengah keberagaman, Komisi HAK dan Kerawam merencanakan selebrasi perayaan keberagaman pada Agustus mendatang. Kegiatan ini akan melibatkan komunitas lintas agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta kolaborasi seni dan budaya.

“Melalui seni dan budaya, kita ingin merajut harmoni, kedamaian, dan penghormatan di tengah pluralitas,” ungkap Romo Roy.

Ke depan, Komisi HAK dan Kerawam juga akan memperluas kolaborasi dengan komunitas lintas iman dan organisasi keagamaan, khususnya kaum muda, untuk bersama-sama belajar dan beraksi dalam isu ekologi dan krisis kemanusiaan. Aksi nyata seperti penanaman pohon dan kegiatan bersih-bersih lingkungan menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai tersebut.

Romo Roy menegaskan, seluruh gerakan ini bertujuan menjadikan Komisi HAK dan Kerawam sebagai perpanjangan tangan Uskup dalam menghadirkan Gereja sebagai sakramen keselamatan—hadir sebagai garam, terang, dan ragi di tengah kehidupan masyarakat bersama Kristus Sang Jalan, Kebenaran, dan Hidup.***

131 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *