Renungan Harian, Rabu 13 Juli 2016

Rabu Biasa XV

Bacaan: Matius 11:25-27

Ajakan Juruselamat

11:25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. 11:26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Renungan

Dalam perikopa ini penginjil hendak menegaskan kesatuan antara Bapa dan Putera. Putera hanya berasal dari Bapa, dan semua perutusan Putera berasal dari perutusan Bapa. Dengan demikian, kehadiran Putera berarti juga kehadiran Bapa. Kehendak dari Bapa adalah keselamatan manusia. Maka kehadiran Putera juga menjadi kehadiran keselamatan dari Bapa. Keselamatan itu ditawarkan kepada semua orang, tanpa kecuali dan tanpa penggolongan. Namun demikian, kenyataan manusiawi justru menggolongkan dirinya sendiri, yang pandai bijka dan orang yang tidak pandai.

Tawaran keselamatan Bapa diberikan kepada semua manusia. Namun tanggapan tawaran itu tidak diterima oleh semua manusia. Untuk sampai kepada Bapa, manusia membutuhkan Yesus, yang adalah Putera tunggal Bapa yang menjadi manusia. Kenyataan manusiawi-Nya menjadikan kita mampu dan bisa untuk berkomunikasi dengan Bapa, memampukan kita untuk menjalin relasi kembali dengan Bapa yang sebelumnya hancur karena dosa.

Dalam sabda dan karaya-Nya, Yesus senantiasa memberitakan kabar keselamatan. Dalam kerangka itu, Yesus memilih orang-orang yang tertentu untuk menjadi bagian dari karya-Nya. Sebagai manusia biasa, Yesus hidup dalam masa dan tempat tertentu. Maka dari itu, orang-orang pilihan-Nya ada penerus yang ulung, yang tidak mungkin bisa datang kepada Bapa jika Putera tidak memilih dan memanggil mereka.

Proses perjalanan sejarah keselamatan Kristus berlangsung begitu lama dan melalui berbagai zaman, melintasi berbagai benua, dan saat ini sampailah pada diri kita masing-masing, di daerah tertentu, di zona geografis tertentu, di kebudayaan yang tertentu pula. Namun demikian, sebagai pengikut Kristus, di segala penjuru dunia kita adalah satu, yakni satu kesatuan dalam Kristus Yesus. Kita tidak mungkin datang kepada-Nya jika Ia tidak memanggil dan menghendaki kita.

Sebagai orang yang sudah dibaptis, saat ini kita ambil bagian dalam karya keselamatan Bapa yang diterjemahkan dalam kehadiran Kristus Yesus yang menjadi manusia. Bahasa manusialah yang dipakai Bapa untuk menyapa dan menyelamatkan kita. Karya itu diteruskan oleh para rasul, bapa Gereja, dan orang-orang Kristiani dari zaman ke zaman. Sampai akhirnya pada diri kita saat ini.

Dengan demikian, kita juga ikut ambil bagian dalam karya keselamatan Bapa dalam bahasa manusiawi. Dalam kehidupan kita saat inilah kita diutus untuk membawa rahmat keselamatan itu kepada orang yang kita jumpai. Kehadiran kita sudah semestinya berdimensi keselamatan, bukan justru sebaliknya, karena kita sudah menyandang rahmat baptisan Kristus Yesus.

Maka mari kita juga bersyukur jika kehadiran kita menjadikan orang lain lebih baik. Mari kita bersyukur mungkin karena kehadiran kita, orang lain mendapat anugerah keselamatan. Namun kita tetap sadar dan ingat bahwa bukan pertama-tama karena kita mereka menjadi demikian. Kristus Yesus yang kita terima lah yang memanggil mereka. Kita yakin dan percaya bahwa ” tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.”

Doa

Ya Tuhan, kami bersyukur atas anugerah panggilan yang kami terima untuk menjadi murid-Mu. Semoga kami mampu bersyukur atas rahmat itu dengan membawa kebaikan dan kebenaran iman kepada orang yang kami layani. Semoga kami tidak mudah untuk menjadi lesu dalam beriman. Kuatkan dan teguhkan rahmat panggilan kami masing-masing, Tuhan. Amin.

 

2922 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *