Hari Orang Sakit Sedunia, Apa dan Bagaimana?

Ilustrasi. Foto : RD. FX Dista Kristanto

RADIO SUARA WAJAR, BANDAR LAMPUNG — Penyembuhan dan mukjizat yang terjadi di Lourdes membuktikan bahwa mukjizat penyembuhan masih terjadi dan akan terus terjadi. Inilah pesan iman di balik penetapan Hari Orang Sakit Sedunia bersamaan dengan Peringatan Santa Perawan Maria dari Lourdes.

Apa itu Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS)?

Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) merupakan peringatan tahunan dalam Gereja Katolik yang didedikasikan untuk menggiatkan solidaritas terhadap mereka yang sakit. Lewat peringatan ini Gereja mengajak anggotanya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memberikan perawatan dan dukungan kepada orang sakit. Peringatan ini juga mengajak anggota Gereja untuk mengakui peran penting petugas kesehatan dan perawat dalam memberikan perawatan yang penuh kasih sayang kepada pasien.

Setiap tahun Hari Orang Sakit Sedunia ini diperingati pada 11 Februari. Santo Yohanes Paulus II adalah tokoh Gereja yang menetapkan peringatan yang mengajak kita peduli pada penderitaan saudara-saudara kita yang sedang sakit dan perjuangan mereka yang merawat orang sakit. Peringatan ini ditetapkan pada 13 Mei 1992 dan dirayakan pertama kali pada 11 Februari 1993. Penetapan peringatan ini dilakukan satu tahun setelah Santo Yohanes Paulus II saat itu ia masih menjabat sebagai Paus, didiagnosis menderita penyakit parkinson. Ada anggapan bahwa situasi sakit yang dialami paus menjadi pendorong penetapan peringatan Hari Orang Sakit Sedunia ini.

Bersamaan dengan Peringatan Penampakan Bunda Maria di Lourdes

Tanggal peringatan Hari Orang Sakit Sedunia bertepatan dengan Peringatan Santa Perawan Maria dari Lourdes yang jatuh pada 11 Februari dalam kalender liturgi Gereja. Perayaan ini adalah peringatan peristiwa penampakan Bunda Maria kepada seorang perempuan muda yang bernama Bernadetha Soubouris. Penampakan ini terjadi di Gua Misabiella, Lourdes, Prancis pada 11 Februari 1858.

Nah tahukah Anda bahwa, lokasi penampakan Bunda Maria di Lourdes ini, kini menjadi lokasi ziarah yang terkenal akan mukjizat penyembuhan dari sakit. Tempat ziarah ini dikenal dengan nama Goa Maria Lourdes. Jutaan peziarah datang setiap tahun untuk berziarah dan berdoa di sini. Tidak sedikit peziarah yang memohon kesembuhan atas sakit yang diderita.

Mengutip dari kompas.com, katolikpedia.id dan hidupkatolik.com, Patrick Theiller, dokter Perancis pada biro kesehatan di Lourdes menjelaskan bahwa ada 7.000 kesembuhan yang dilaporkan ke biro. Dan dari jumlah itu, ada 2.300 kesembuhan yang sulit dipahami secara medis. Namun, dari jumlah yang dilaporkan, Gereja Katolik menetapkan bahwa ada 70 mukjizat penyembuhan sampai dengan saat ini.

Mukjizat penyembuhan ke 70 ini dialami oleh seorang biarawati asal Prancis yakni Suster Bernadette Moriau yang berusia 70 tahun. Ia mengalami kesembuhan dari penyakit tulang belakang kronis akibat saraf tulang belakangnya yang terjepit. Penyakit ini ia derita selama 40 tahun dan sejak 1987 ia harus menggunakan kursi roda.

Pada tahun 2008 ia mendapat kesempatan untuk berziarah ke Lourdes. Selama berziarah ia lebih banyak berdoa untuk kesembuhan orang lain yang sedang sakit dan bukan untuk kesembuhan dirinya. Namun, ternyata Tuhan memberikan penyembuhan kepadanya. Setelah melewati berbagai penyelidikan akhirnya pada 12 Februari 2018 kesembuhan yang dialami oleh Suster Bernadette Moriau diakui dan diumumkan sebagai mukjizat oleh Uskup Beuvais yakni Mgr Jacques Benoit-Gonin.

Bagaimana Memaknai Perayaan HOSS?

Romo Petrus Maria Handoko CM mengungkapkan tiga tujuan yang harus disadari dari penetapan Peringatan Hari Orang Sakir Sedunia ini. Pertama, Peringatan ini mengingatkan umat beriman agar berdoa dengan sungguh-sungguh untuk mereka yang sedang sakit. Kedua, peringatan ini juga mengundang semua orang Kristiani untuk merefleksikan dan menanggapi penderitaan manusia. Ketiga, peringatan ini mengajak umat beriman untuk mengakui dan menghormati semua orang yang bekerja dan melayani dalam bidang kesehatan.

Selain menyadari tujuan dari peringatan Hari Orang Sakit Sedunia, umat beriman juga harus memahami pesan iman yang ingin disampaikan lewat perayaan ini. Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia mengajak umat beriman menyadari peran iman, baik itu dalam menghadapi penderitaan dan sakit maupun dalam proses penyembuhan. Harus senantiasa diingat, disadari dan diyakini bahwa mukjizat-mukjizat Tuhan Yesus masih terus terjadi hingga saat ini. Karya dan kehadiran Tuhan senantisa bisa dialami melalui sakramen-sakramen, terutama melalui sakramen penyembuhan (Sakramen Rekonsiliasi dan Sakramen Pengurapan Orang Sakit) dan secara istimewa lagi dalam Sakramen Ekaristi.

Penetapan peringatan Hari Orang Sakit Sedunia bersamaan dengan Peringatan Santa Perawan Maria dari Lourdes membawa pesan iman yang sangat dalam. Penyembuhan dan mukjizat yang terjadi di Lourdes membuktikan bahwa mukjizat penyembuhan masih terjadi dan akan terus terjadi. Itulah pesan iman di balik penetapan Hari Orang Sakit Sedunia yang bersamaan dengan Peringatan Santa Perawan Maria dari Lourdes. Untuk itu pada momen ini umat beriman juga diajak untuk mengikutsertakan Bunda Maria dalam doa-doa Gereja saat memohon kesembuhan dan kekuatan bagi mereka yang sedang sakit.

Gua Maria di Lourdes lokasi Bernadette Soubirous melihat penampakan Bunda Maria pada 11 Februari 1858. Foto : RD. FX Dista Kristanto

Bagaimana Memperingati HOSS?
Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia menjadi kesempatan istimewa untuk memberikan perhatian kepada mereka yang sakit dan juga bagi mereka yang merawat orang sakit. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperingati peringatan ini dan memberikan dampak positif dalam kehidupan bersama.

1. Mendoakan mereka yang sedang sakit

Ada kebiasaan bahwa pada peringatan ini di paroki-paroki atau di lembaga kesehatan Katolik, diadakan Perayaan Ekaristi yang diintensikan untuk kesembuhan orang-orang sakit. Biasanya dalam perayaan Ekaristi ini juga diadakan pelayanan Sakramen Pengurapan untuk orang sakit. Sangat baik jika bisa menghadiri perayaan ini untuk mendoakan mereka yang sakit.

2. Mengunjungi orang sakit

Momen Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia juga menjadi kesempatan yang baik untuk berkunjung dan memberikan penghiburan kepada mereka yang sedang sakit. Meskipun tampak sederhana, mengunjungi orang yang sedang sakit dapat memberikan semangat dan harapan bagi mereka.

3. Memberikan penyuluhan kesehatan

Organisasi kesehatan biasanya mengunakan hari ini untuk mempromosikan pendidikan kesehatan pada masyarakat. Biasanya bersamaan dengan kegiatan ini juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis.

4. Memberikan apresiasi pada petugas kesehatan atau mereka yang merawat orang sakit

Salah satu tujuan peringatan Hari Orang Sakit Sedunia selain memberikan perhatian kepada mereka yang sakit adalah mengakui peran penting petugas kesehatan dan mereka yang merawat orang sakit. Oleh sebab itu hari ini juga menjadi kesempatan yang baik untuk mengucapkan terima kasih dan berdoa bagi mereka yang bertugas dan rela memberikan diri untuk merawat orang sakit.

Pada akhirnya, peringatan Hari Orang Sakit Sedunia menjadi pengingat akan kemampuan manusia untuk berbelas kasih dan peduli, khususnya dalam menghadapi penderitaan karena penyakit. Lewat peringatan ini Gereja mengajak setiap orang, komunitas, dan lembaga untuk mengulurkan tangan membantu dan memberikan penghiburan bagi mereka yang membutuhkan. Peringatan ini juga mengajak kita untuk mengakui pentingnya solidaritas dalam perjalanan menuju penyembuhan dan kesejahteraan. Iman akan karya Tuhan dalam penderitaan dan sakit menjadi harapan yang senantiasa dijaga lewat peringatan ini.

Penulis : RD. FX Dista Kristanto

234 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *