Uskup Tanjungkarang: Devosi Harus Berujung pada Aksi Nyata Iman

Rangkaian Temu Pengurus KKKI se-Keuskupan Tanjungkarang ini diawali dengan perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin langsung oleh Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo. Foto : Sr. Fransiska, FSGM
RADIO SUARA WAJAR, BANDAR LAMPUNG — Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, menegaskan bahwa devosi dalam Gereja Katolik tidak boleh berhenti pada praktik rohani semata, melainkan harus mendorong umat untuk mewujudkan iman dalam tindakan nyata. Penegasan ini disampaikannya dalam Temu Pengurus Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi (KKKI) Santa Perawan Maria se-Keuskupan Tanjungkarang yang berlangsung di Wisma Albertus, Bandar Lampung, Sabtu, 17 Januari 2025.
Dalam arahannya, Mgr. Vinsensius yang akrab disapa Mgr. Avien menekankan bahwa devosi memiliki peran penting sebagai sarana pendukung penghayatan iman umat. Namun, ia mengingatkan bahwa devosi bukanlah tujuan akhir dalam hidup menggereja.
“Devosi itu suplemen, bukan tujuan utama. Iman harus diungkapkan dan diwujudkan dalam aksi-aksi konkret, dan itu tidak mudah. Karena itu, devosi diperlukan untuk memperkuat iman agar dapat diwujudkan dengan baik,” ujar Mgr. Avien.
Menurutnya, melalui devosi kepada Bunda Maria maupun para kudus, umat memperoleh kekuatan rohani karena mereka telah lebih dahulu memberi teladan dalam menghayati iman secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kelompok devosi melakukan aksi nyata, itu memang sudah seharusnya sebagai pengikut Kristus. Devosi membantu kita agar iman semakin kuat dan sungguh hidup dalam keseharian,” tegasnya.
Temu Pengurus KKKI ini diikuti sekitar 170 peserta yang merupakan pengurus KKKI dari tingkat keuskupan, paroki, unit pastoral, hingga stasi se-Keuskupan Tanjungkarang, khususnya dari wilayah Bandar Lampung, serta sejumlah undangan.
Ketua KKKI Santa Perawan Maria Keuskupan Tanjungkarang, Tresnaningsih Carlost, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pleno pengurus tahunan. Meski biasanya dilaksanakan selama dua hari, pertemuan kali ini diringkas menjadi satu hari karena sebelumnya telah diselenggarakan kongres.
“Dalam pertemuan ini kami menyampaikan hasil dan nilai-nilai kongres serta SAGKI agar ada kesatuan arah antara KKKI Pusat, KKKI Indonesia, dan KKKI di tingkat keuskupan,” jelas Tresnaningsih.
Ia menambahkan, agenda utama pertemuan meliputi pendalaman spiritualitas, evaluasi kegiatan, serta penyusunan rencana kerja satu tahun ke depan. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat doa dan pelayanan para devosan Kerahiman Ilahi.
“Kami berharap para devosan semakin militan dalam doa, mampu bersinergi dengan sesama pengurus maupun komunitas lain, serta melayani tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.
Rangkaian Temu Pengurus KKKI se-Keuskupan Tanjungkarang ini diawali dengan perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin langsung oleh Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo.***





