Proses Pemekaran Lamteng Menunjukkan Perkembangan Baru

71753217279-pemekaran-wilayah-624x374

Ilustrasi

RADIO SUARA WAJARRencana pemekaran Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) menjadi Lampung Tenggara disikapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Asisten Bidang Pemerintahan Rifki Wirawan menyatakan, wacana pemekaran Lamtim belum masuk ke meja pemprov.

Karenanya, pemprov untuk saat ini lebih fokus mengawal pemekaran Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) yang memang lebih dahulu digodok.

’’Itu (pemekaran Lamtim, Red) kan baru wacana, belum ada pengajuan ke pemprov. Saya tidak mau berandai-andai. Kita fokus saja dahulu ke Lamteng,” katanya kemarin.

Menurut Rifki, proses pemekaran Lamteng saat ini menunjukkan perkembangan baru. Yaitu secara administrasi sudah rampung. Bahkan kini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengusulkannya ke Presiden RI Joko Widodo. Untuk Lamteng, tercatat akan dimekarkan menjadi dua kabupaten baru. Yakni Kabupaten Seputih Barat dan Seputih Timur.

’’Secara administrasi sudah clear. Kemendagri saat ini juga telah mengajukan PP (peraturan pemerintah) kepada presiden RI. Mudah-mudahan awal bulan nanti sudah keluar keputusannya. Setelah itu baru ada tim yang turun ke Lampung untuk meninjau daerah yang akan dimekarkan,” ungkapnya seperti dilansir radarlampung.co.id, Rabu (30/12) .

Hal senada diungkapkan Ketua Pemekaran Kabupaten Seputih Barat Miswan Rody. Dia menyebut, dari sisi infrastruktur sudah disiapkan semua.

’’Termasuk lokasi calon kantor pemkab. Kami sudah lama merintis pemekaran ini, sejak 2005. Alhamdulillah, DPRD Lampung dan Gubernur M. Ridho Ficardo menyetujuinya. Sekarang sudah di Kemendagri. Kita tunggu saja,” ujarnya.

Senada disampaikan Ketua Panitia Pemekaran Kabupaten Seputih Timur Salbari. Menurut pria asal Kecamatan Buminabung ini, berkas pemekaran sudah  diserahkan oleh Gubernur M. Ridho Ficardo ke Kemendagri pada 11 November 2015 .

’’Ya, saya dapat surat tembusan pada 11 November 2015. Berkas telah dikirim ke Kemendagri,” terangnya.

Terpisah, DPRD Lamtim angkat bicara soal pemekaran kabupaten tersebut. Ketua DPRD Lamtim Ali Johan Arif menjelaskan, wacana pembentukan daerah otonomi baru (DOB) telah bergulir sejak 2011 lalu. Lembaganya, lanjut Ali, siap mengawal rencana pembentukan DOB.

’’Pembentukan DOB merupakan salah satu upaya untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Kendati demikian, Ali mengimbau kepada masyarakat yang akan menjadi bagian dari DOB untuk bersabar. Sebab, pembentukan DOB membutuhkan waktu. Selain itu, ada bagian dari DOB yang harus dikaji mendalam. Yakni bagian dari DOB berada di kawasan hutan lindung Gunung Balak (Register 38). Kawasan Register 38 ini tersebar di Kecamatan Sekampungudik, Margasekampung, Melinting, dan Bandarsribhawono.

’’Legalitas lahan harus jelas, karena banyak berada di daerah register. Pemekaran wilayah harus bertujuan menyejahterakan masyarakat,” tegas dia.

Diketahui, rencana pembentukan Kabupaten Lampung Tenggara sebagai pemekaran dari Kabupaten Lamtim masuk babak baru. Itu menyusul ekspose hasil studi kelayakan yang dilakukan tim dari Unila di aula kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lamtim, Senin (28/12) lalu.

Kepala Bapeda Lamtim Ir. Puji Riyanto menjelaskan, berdasarkan hasil analisis kelayakan yang dilakukan tim dari Unila, disimpulkan Lampung Timur layak untuk dimekarkan dengan kategori mampu untuk menjadi kabupaten pemekaran dan induk.

Dilanjutkan, dalam ekspose tim dari Unila yang terdiri dari Prof. Wan Abas, Prof. Iwan Bana, dan Prof. Sumarjo menyatakan, untuk memekarkan Kabupaten Lamtim ada 4 skenario pembagian wilayah. Namun setelah dilakukan analisis lebih mendalam, tim memberikan rekomendasi berupa 2 skenario untuk pembagian wilayah antara kabupaten pemekaran dan induk. Pertimbangan tim berdasarkan hasil analisis terhadap sejumlah indikator, dua skenario tersebut yang memiliki skor tertinggi.

 

925 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *