Pertama dalam Sejarah, Paus Kanonisasi Pasangan Suami Istri

1118581Kanonisasi780x390

Pasangan Louis dan Zelie Martin

RADIO SUARA WAJAR – Paus Fransiskus melakukan kanonisasi (pemberian gelar suci) kepada satu pasangan suami istri dalam sebuah upacara di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (18/10/2015). Itu pertama kalinya dalam sejarah Gereja Katolik pasangan yang menikah dikanonisasi. Paus berharap langkah tersebut memberikan pesan tentang pentingnya keluarga.

Louis dan Zelie Martin mempunyai sembilan anak, salah satunya adalah Santa Theresa dari Lisieux yang terkenal, yang meninggal dalam usia 24 tahun pada 1897 dan dikenal dengan panggilan “The Little Flower”. Empat dari anak-anak pasangan itu meninggal saat mereka masih bayi, sedangkan lima anak lainnya yang bertahan hidup, semua gadis, menjadi biarawati.

Kini kedua orangtua itu sendiri mendapat gelar orang suci dalam sebuah upacara yang berlangsung pada awal minggu terakhir Sinode tentang keluarga, sebuah pertemuan puncak Vatikan di mana para uskup dan kardinal membahas serangkaian isu-isu seperti ikatan pasangan sesama jenis dan komuni bagi umat Katolik yang bercerai dan menikah lagi.

“Pasangan kudus Louis Martin dan Marie-Azelie Guerin melakukan ibadat Kristen dalam keluarga, setiap hari menciptakan lingkungan iman dan kasih yang membina panggilan anak-anak perempuan mereka,” kata Paus Fransiskus saat misa.

Namun, untuk bisa diberikan gelar kudus, pasangan itu harus telah melakukan sebuah keajaiban.

Awal tahun ini, Fransiskus mengatakan, mukjizat terjadi ketika seorang bayi Spanyol bernama Carmen, yang lahir prematur, mengalami pendarahan otak besar dan kerusakan permanen. Orangtuanya berdoa memohon kesembuhan lewat perantaraan pasangan suami istri Martin dan gadis kecil itu selamat.

Baik Carmen, sekarang 7 tahun, maupun seorang anak laki-laki Italia berusia 12 tahun yang juga dikatakan telah disembuhkan oleh pasangan itu dalam sebuah keajaiban yang lain, menghadiri upacara tersebut.

Louis awalnya berencana untuk menjadi seorang biarawan, tetapi setelah ditolak karena kemampuan bahasa Latin yang buruk, ia bertemu dan jatuh cinta dengan Zelie di Alencon, Normandia, Perancis. Ia lalu menikahi Zelie tiga bulan kemudian pada 1858.

Pasangan tersebut awalnya bermaksud untuk menjalin hubungan sebagai kakak dan adik. Namun, oleh seorang pastor mereka kemudian dibujuk untuk membangun sebuah keluarga. (internasional.kompas.com)

 

865 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *