Romo Michael Nopen Ceritakan Proses Penciptaan Lagu “Kami Bersimpuh” di Tengah Pandemi

RD Michael Nopen Saputro, Pastor Kepala Paroki Ratu Damai Teluk Betung dan Romo Daniel Sao di Paris, Prancis.
SUARAWAJARFM.Com, BANDARLAMPUNG – Sebuah lagu rohani berjudul Kami Bersimpuh lahir dari keprihatinan mendalam akan situasi pandemi COVID-19. Lagu tersebut diciptakan oleh RD Michael Nopen Saputro, Pastor Kepala Paroki Ratu Damai Teluk Betung, saat menempuh studi Teologi Pastoral di Institut Catholique de Paris, Prancis.
Romo Michael mengisahkan bahwa lagu ini tercipta di tengah suasana global yang mencekam saat pandemi melanda. Kesedihan atas banyaknya korban jiwa, keterasingan sosial, serta perjuangan para tenaga medis menjadi latar batin yang kuat dalam penulisan lagu tersebut.
“Lagu Kami Bersimpuh saya tulis ketika situasi pandemi COVID-19 sedang parah-parahnya. Banyak orang meninggal, dan kita semua harus menjaga jarak, bahkan bertemu dengan orang lain saja rasanya seperti berdosa karena takut menularkan. Namun, justru di tengah kondisi itu, para tenaga medis tampil luar biasa. Mereka memberi diri sepenuhnya, bahkan hingga mengorbankan nyawa untuk membantu sesama,” ujar Romo Michael saat wawancara dengan Radio Suara Wajar, Senin (16/6/2025).
Melalui lagu ini, ia ingin mengajak umat tidak hanya berdoa untuk yang sakit dan menderita, tetapi juga bagi mereka yang telah berjasa membantu—terutama para tenaga medis.
Proses penulisan lirik berlangsung sekitar satu minggu. Setelah itu, Romo Michael memberanikan diri untuk memproduksi lagu tersebut di studio di Paris dan pada tahun berikutnya di Indonesia. Tantangan terbesar datang saat memilih penyanyi pendamping. Ia menginginkan sosok yang tidak hanya memiliki suara indah, tetapi juga mampu menyampaikan makna lagu dengan ketulusan hati.
Akhirnya, ia menemukan Daniel Sao, seorang Imam Diosesan asal Korea Selatan yang juga sedang belajar di Paris. Namun, tantangan tidak berhenti di sana.
“Karena Daniel tidak pernah berbicara dalam Bahasa Indonesia, proses latihannya tidak mudah. Saya ajarkan satu atau dua kata, dia ucapkan dan nyanyikan, lalu kami rekam. Begitu terus sampai selesai. Total proses rekaman memakan waktu hampir dua jam,” kenang Romo Michael.

Teks lagu Kami Bersimpuh.
Keunikan lain dari lagu ini terletak pada bagian tengah, di mana terdengar suara doa seorang anak kecil. Anak tersebut adalah putra dari seorang teman Romo Michael. Ia sengaja memilih anak yang masih memiliki cara bicara yang polos dan belum sempurna.
“Saya memang mencari anak yang berdoa dengan tulus. Pengucapannya masih belum sempurna, masih cadel-cadel, tapi justru itu yang menjadi bunga tersendiri dalam lagu ini,” tuturnya dengan senyum.
Lagu Kami Bersimpuh menjadi karya reflektif yang mengajak siapa pun untuk merunduk dan bersyukur, mengingat kembali masa-masa sulit yang telah dilalui bersama, serta mendoakan mereka yang menjadi pahlawan tanpa tanda jasa di masa pandemi.***
Penulis : Robertus Bejo
Editor Suara : Ando




