Misa Requiem Romo Thomas Eddy Susanto, SCJ Dihadiri Ratusan Umat
RADIO SUARA WAJAR, LAMPUNG TIMUR -— Ratusan umat dari berbagai paroki di Keuskupan Tanjungkarang memadati kediaman keluarga mendiang Romo Thomas Eddy Susanto, SCJ di Desa Jojog, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu malam (6/9/2025). Mereka hadir dalam perayaan Misa Requiem yang dipimpin oleh Romo Fransiskus Purwanto, SCJ dan Romo Metodis Darmuat, SCJ.
Perayaan Ekaristi dimulai pukul 19.00 WIB dan berlangsung dengan khidmat hingga pukul 19.50 WIB. Suasana haru menyelimuti Misa yang dihadiri oleh umat dari stasi setempat serta para sahabat dan rekan seimamat mendiang Romo Eddy.
Dalam homilinya, Romo Fransiskus Purwanto, SCJ menyampaikan pesan penuh iman dan pengharapan. Ia mengungkapkan bahwa wafatnya Romo Eddy adalah peristiwa yang mendadak, namun merupakan bagian dari misteri kasih Allah yang tidak selalu dapat dipahami secara manusiawi.
“Hari ini tiba-tiba Tuhan memanggil Romo Eddy,” ujar Romo Fransiskus mengawali homilinya.
Romo Purwanto juga mengenang kedekatannya dengan almarhum sejak masa kecil mereka di seminari, serta momen terakhir yang sempat dilaluinya bersama Romo Eddy di rumah sakit.
“Kami tidak janjian, kebetulan saya ada rapat di Metro, dan saya kaget Romo Eddy ada di sini, dan mendapat kabar beliau masuk rumah sakit. Saya langsung ke sana. ‘Dul pamit dul,’ kenang .dia.
Dalam refleksi iman yang disampaikannya, Romo Purwanto menekankan bahwa pertanyaan dan kesedihan yang timbul atas wafatnya orang tercinta adalah hal manusiawi, namun umat diajak untuk tetap percaya pada belas kasih Allah yang tak terbatas.
“Kadang kita berhadapan dengan pertanyaan seperti: Tuhan ini enggak adil. Dosaku apa? Ini? Enggak apa-apa kalau kita nanya sama Tuhan.”
“Kita diundang untuk percaya. Kita percaya bahwa belas kasih Allah melimpah. Romo Eddy sudah didamaikan secara utuh sama Allah.”

“Belas kasih Allah yang begitu besar, yang melampaui pengharapan kita. Itu yang kita rayakan untuk Romo Eddy.”
Misa Requiem ini menjadi ungkapan kasih dan penghormatan terakhir dari umat dan rekan seimamat bagi Romo Eddy, yang telah mendedikasikan hidupnya dalam pelayanan Gereja dan umat. Melalui Ekaristi, Romo Purwanto mengingatkan bahwa Kristus, Sang Roti Hidup, adalah sumber kekuatan dan jaminan kehidupan abadi.
“Kita komuni itu makan Kristus, energi ilahi. Dan itu jaminan kita. Kristus kita makan dan itu menjadi jaminan hidup abadi,” tandasnya.
Misa berakhir dengan suasana doa dan penghormatan mendalam, menandai perpisahan jasmani dengan Romo Thomas Eddy Susanto, SCJ, namun juga menjadi perayaan iman akan kehidupan kekal yang dijanjikan Allah kepada setiap orang yang percaya.***
Penulis; Robertus Bejo




