Pelabuhan Bakauheni, Ada Penumpukan Penumpang dan Kendaraan

b9erQMi9nZRADIO SUARA WAJARArus lalu lintas libur Natal dan tahun baru 2016 di luar perkiraan pemerintah. Kemacetan kendaraan dan penumpang telantar mewarnai semrawutnya penanganan liburan kali ini. Di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, penumpukan penumpang sudah terlihat sejak Kamis (24/12). Penumpukan berlanjut hingga kemarin pagi. Para penumpang yang turun dari kapal tersebut hendak ke berbagai daerah di Sumatera.

Seperti dilansir radarlampung.co.id, ratusan penumpang telantar menunggu kendaraan. Mereka terpaksa menunggu bus ataupun mobil travel yang datang dari arah Bandarlampung.

Seperti yang terjadi pada Nanang (36), warga Kotaagung, Tanggamus. Dia mengaku belum mendapat kendaraan yang akan mengangkut ke rumahnya. ’’Saya sampai sini (Bakauheni, Red) subuh Mas, sekitar pukul 04.15 WIB. Kalau saya berangkat subuh tadi, takut kenapa-kenapa di jalan, makanya menunggu sampai pagi,” ungkapnya saat ditemui di Terminal Bakauheni sekitar pukul 08.30. Penumpukan itu berangsur-angsur terurai. Dan sekitar pukul 10.30, kondisi sudah kembali normal.

Sementara itu, 142 ribu lebih orang sudah menyeberang ke Pulau Jawa lewat Pelabuhan Bakauheni. Jumlah ini terhitung sejak Selasa (22/12) lalu. Saat itu, penumpang yang menyeberang ke Pulau Jawa sebanyak 31.275 orang dengan kendaraan 6.078 unit.

Sedangkan pada Rabu (23/12), jumlah penumpang sebanyak 31.103 orang dengan kendaraan 6.435 unit. Lonjakan penumpang terlihat pada Kamis (24/12). Di mana, penumpang yang menyeberang ke Pulau Jawa tercatat 41.698 orang, dengan jumlah kendaraan 7.898 unit. Lalu kemarin, penyeberang ke Pulau Jawa mencapai 38.433 orang.

Dengan jumlah penumpang yang membeludak, PT ASDP Indonesia Ferry harus menambah armada kapal. Total 28 unit kapal yang disiapkan melayani jalur penyeberangan Bakauheni-Merak.

Manajer Operasional ASDP Bakauheni Heru Purwanto membenarkan adanya lonjakan penumpang. ’’Kalau dibandingkan hari biasa, hari ini (kemarin, Red) memang banyak. Tetapi kalau dibandingkan hari raya Idul Fitri lalu, penumpangnya nggak seberapa banyak,” ungkapnya.

Jika dibandingkan kondisi libur Natal tahun lalu, diakuinya jumlah penumpang mengalami kenaikan signifikan. Dalam analisis Heru, di tahun ini secara kebetulan waktunya bersamaan dengan hari libur sekolah.

’’Kan anak sekolah pada libur. Makanya ramai yang menyeberang. Banyak yang bepergian selain untuk merayakan Natal dan tahun baru, juga mengajak liburan anak-anaknya,” jelas dia.

Meski penumpang tak seperti hari biasa, sambung Heru, seluruhnya dapat dikendalikan sehingga tidak ada masalah baik dari penumpang maupun keadaan cuaca.

 

969 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *