Polisi Pelabuhan Amankan 1,3 Ton Daging Celeng

1405497861

Ilustrasi

RADIO SUARA WAJAR – Dua warga Desa Hanura kecamatan Padangcermin, kabupaten Pesawaran yang mengendarai mobil pikap BE-9053-BQ diamankan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Senin (28/12/2015), sekitar pukul 17.30.

Roni Corne (50) dan kernetnya Cevi Furyawan (3)) diamankan petugas lantaran mengangkut 1,3 ton daging celeng ilegal yang dikemas pada 10 boks ikan warna kuning.

“Bahkan untuk mengelabui petugas, sopir mobil pikap membawa dokumen yang diangkutnya dari karantina ikan. Sementara isinya daging celeng,” kata AKP Farhan, Kepala KSKP Bakauheni kepada Lampung Post, Senin (28/12/2015) malam.

Menurut Farhan, daging celeng yang diakui milik sopir pikap tersebut dibeli dari para pemburu babi hutan di daerah Padangcermin.

“Daging tersebut rencananya dijual ke Jakarta. Pengiriman daging celeng tanpa dokumen resmi dikhawatirkan akan beredar di pasaran umum atau dioplos dengan daging sapi,” ucapnya.

Seperti dilansir lampost.co, Selasa (29/12), modus pengiriman daging celeng dengan menggunakan boks ikan ini, ujar Farhan, terbilang modus baru, terlebih surat dokumen berasal karantina ikan. Beruntung anggotanya yang rutin melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang hendak menyeberang ke pelabuhan Merak, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan daging celeng ilegal seberat 1,3 ton.

“Beruntung anggota kami memeriksa isi boks warna kuning tersebut. Boks ikan yang telah ditaburi es tersebut ternyata berisi daging celeng. Berdasarkan temuan tersebut, barang bukti berikut dua penumpangnya kami gelandang ke Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum kita limpahkan ke Balai karantina Pertanian (BKP) wilayah kerja Bakauheni,” tandas mantan Kasat Sabhara Polres Lamsel.

 

897 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *