Kawanan Rampok Gasak Uang Rp 12 Juta dan Sempat Tembaki Korban

68ilustrasi rampok

Ilustrasi

RADIO SUARA WAJAR – Kawanan rampok bersenjata api (senpi) kembali beraksi di Lampung Utara (Lampura), Sabtu (12/12/2015) sekitar pukul 01.30 Wib. Kali ini, korbannya Maryadi (43), pengusaha lapak singkong desa Sinar Harapan Kecamatan Sungkai Barat. Dalam aksi yang berlangsung cepat itu, perampok berhasil membawa kabur uang sebesar Rp 12 juta, perhiasan emas berupa cincin 5 gram, dan 3 unit ponsel. Menurut Maryadi, kurang dari 30 menit, kawanan rampok berhasil membawa seluruh barang tersebut.

“Saat kejadian, usaha lapak singkong saya ditunggu oleh Rahmat dan Yola, keduanya suami istri,” ujar Maryadi, seperti dikutib tribunnews.com, Minggu (13/12/2015).

Diceritakan Maryadi, saat itu, Rahmat sedang tertidur. Kawanan perampok yang berjumlah empat orang masuk dengan cara membobol pintu depan menggunakan kayu balok. Ketika Rahmat beranjak bangun dari kamarnya, empat orang yang mengenakan cadar itu sudah di dalam rumah. Seorang pelaku, lanjut Maryadi, mengancam pakai pistol. Sementara, tiga pelaku lainnya membawa golok.

Rahmat dan Yola kemudian diikat tangannya, dengan menggunakan tali dari karet ban. Karena ketakutan, akhirnya korban hanya pasrah. Seorang pelaku yang menggunakan golok mengawasi gerak-gerik korban. Sedangkan tiga pelaku lain mengambil harta benda yang ada.

”Mereka (Rahmat dan Yola) diancam agar tidak berteriak. Kemudian kawanan perampok leluasa mengambil uang di dalam laci, emas, dan HP,” terang Maryadi.

Ketika pelaku meninggalkan lokasi, Rahmat berhasil melepaskan tali ikatannya. Ia sempat melempar batu bata ke arah pelaku. Lemparan itu pun berhasil mengenai salah seorang pelaku. Melihat rekannya terkena lemparan, pelaku yang membawa pistol langsung menembaki korban. Beruntung, peluru yang ditembakkan hanya mengenai mobil pikap yang ada di samping rumah.

Kanit Reskrim Polsek Sungkai Selatan Ipda Sundani membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya pun telah menerima laporan dari korban. Saat ini, lanjut Sundani, pihaknya sedang melakukan penyelidikan.

 

838 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *