Paham LGBT, Unila Tingkatkan Kewaspadaan

lesbian-gay-biseksual-dan-transgender-1-638RADIO SUARA WAJARRektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Hasriadi Mat Akin memastikan civitas akademika setempat terus meningkatkan kewaspadaan dalam menyikapi isu masuknya paham lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) ke kampus tersebut. Guru besar Fakultas Pertanian Unila ini juga memastikan siap memberantas paham LGBT dan bertindak tegas terhadap siapa pun oknum yang berani menjadi promotor kegiatan tersebut di kampusnya.

’’Itu (LGBT, Red) memang bagian dari kebebasan HAM (hak asasi manusia). Tetapi kalau paham seperti itu berkembang di kampus, tetap nggak bisa diterima! Ini kan tempat belajar. Jadi kalau ada oknum yang menjadi otak LGBT, akan kami tindak tegas,” ujarnya seperti dilansir radarlampung.co.id, Jumat (4/12).

Pihaknya juga akan mengoptimalkan tindakan preventif untuk mengantisipasi paham LGBT yang diisukan sempat masuk di kampusnya.

’’Kalau kemarin itu kan baru isu, jadi masih kami lakukan tindakan preventif sebagai pencegahannya. Bentuknya bisa dengan imbauan agar mahasiswa memanfaatkan waktu untuk aktif dalam kegiatan mahasiswa. Penguatan spiritual sesuai agama masing-masing dan kami minta tiap mata kuliah maksimalkan penerapan pendidikan karakternya,” terang dia.

Terpisah, Dekan FISIP Unila Agus Hadiawan kembali membantah adanya isu bahwa fakultasnya pernah menjadi lokasi perayaan LGBT. Pihaknya telah menelusuri dan memastikan tidak ada. Olehkarenanya pihaknya terus memantau dan menegaskan bahwa semua pihak pun tidak menghendaki kegiatan ini berkembang di kampus.

Dia mengaku sudah menginstruksikan seluruh mahasiswa agar menyerap tiap informasi dan mawas diri terhadap isu-isu paham serupa. Sebab, paham LGBT tengah menarget pemuda yang didominasi mahasiswa.

’’Itu nggak sebatas imbauan. Kami minta dosen dan mahasiswa turut mendukung upaya preventif ini dalam tiap kegiatan kuliah dan kami perbanyak kegiatan kampus yang mendukung perkuliahan,” tandasnya.

Sebelumnya, Hasriadi menegaskan sikapnya terkait isu paham LGBT. Dia memastikan menolak paham LGBT masuk Unila. Mantan wakil rektor bidang akademik ini juga mendukung aksi damai yang digelar mahasiswa pada Kamis (3/12). Hal itu dibuktikannya dengan membubuhkan tanda tangan pada tiga tuntutan demonstran.

Tiga tuntutan tersebut yakni meminta cegah, tolak, bubarkan, dan bersihkan gerakan LGBT di lingkungan Unila. Kemudian memberi surat peringatan kepada oknum penyebar paham LGBT di Unila. Poin terakhir, jika peringatan diabaikan, maka oknum tersebut bersedia dikeluarkan dari civitas akademika Unila.

’’Ditinjau dari sudut agama dan budaya, (LGBT) itu menyimpang. Saya tidak akan pernah mengizinkan karena dapat merusak karakter bangsa. Mudah-mudahan pesan ini sampai ke masyarakat,” ujarnya didampingi Wakil Rektor Bidang Keuangan Dr. Dwi Haryono dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Sunarto.

Hasriadi juga berpendapat, peningkatan karakter bangsa akan percuma kalau sampai membiarkan paham LGBT berkembang bebas di lingkungan kampus.

’’Untuk apa kita bertahun-tahun membangun karakter Unila, tetapi mau dirusak dengan gerakan seperti itu. Terlebih, lembaga pendidikan ini sebagai contoh masyarakat, dan yang dijual adalah moralnya,” tegas dia.

Sunarto menambahkan, dirinya tak pernah menerima permohonan seminar terkait perayaan LGBT di Unila. Dia menegaskan tidak akan pernah memberi izin kegiatan tersebut melibatkan pihak kampus. Sunarto juga merasa kecewa dengan isu perayaan LGBT di Unila yang awalnya berembus di media sosial tersebut.

Dia menduga isu perayaan LGBT muncul dari kegiatan seminar bulan Mei lalu. Seminar itu disebut terkait peringatan International Day Against Homophobie and Transphobie (Idahot).

Sunarto menegaskan, saat itu dia juga telah menolak adanya seminar. Bahkan, wakil rektor yang dikenal lugas ini meminta agar spanduk seminar segera diturunkan. Tetapi, lanjut dia, kegiatan tersebut tetap berjalan dan dibungkus kajian ilmiah.

 

1021 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *