Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia

0412b

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia

ucanews.com – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, perkawinan sesama jenis, sulit dilakukan di Indonesia karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat religius. Masyarakat memandang, pernikahan tidak sebatas peristiwa hukum, tapi  pernikahan merupakan sebuah peristiwa sakral dan bahkan bagian dari ibadah. Karenanya, nilai-nilai agama tidak bisa dipisahkan.

“Sangat sulit untuk bisa menerima atau melegalkan pernikahan sesama jenis,” kata Menag saat ditanya wartawan terkait Pernikahan Sesama Jenis, di Gedung Kemenag, Jakarta, Kamis (2/7).

Terkait  HAM, ia menyatakan, konstitusi Indonesia telah mengatur HAM. Dalam UUD, terkait HAM, Pasal 28 J ayat 2 menegaskan: Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk pada UU.

“UU No 1 Tahun 74 tentang perkawinan, menyatakan bahwa sahnya perkawinan, terjadi jika dilakukan antara laki-laki dan perempuan, menurut agama yang dipeluknya. Dan hal ini sudah clear,” kata Menag.

Menag mengatakan, HAM bisa dibatasi dengan pertimbangan salah satu dari 4 hal – pertimbangan moral, keamanan, ketertiban umum, dan pertimbangan agama. Jadi, nilai-nilai agama bisa membatasi hak dan kebebasan seseorang.

Menag mengajak masyarakat jangan memusuhi  LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). “Kita jangan memusuhi dan mengucilkan. Lebih baik jika kita merangkul, mengajak berdiskusi dan berdialog, sehingga bisa memahami dari esensi pernikahan. Lebih baik jika kita membangun dialog, menyamakan paradigma kita tentang hakekat perkawinan, inti pernikahan dan tujuan rumah tangga.”

Senada juga diungkapkan Romo Antonius Benny Susetyo.  Menurut Romo Benny, nikah sesama jenis merupakan pertentangan hukum kodrati manusia yang diciptakan laki dan perempuan. Nikah sesama jenis merupakan penyimpangan moralitas.

romo-benny

Romo Antonius Benny Susetyo

“Tidak ada satu agama pun yang melegalkan pernikahan sesama jenis karena melangar hukum kodrat,” ujar Romo Benny.

Romo Benny juga menganggap nikah sesama jenis merupakan bentuk penyimpangan psikologis dan genetika. Harusnya dilakukan pendekatan berupa terapi psikologi dan genetika, bukan malah mencari pengakuan negara.

“Kasus nikah sesama jenis akan sulit terjadi di Indonesia karena norma agama begitu kuat. Ini masalah moral, seharusnya prinsip moral dipatuhi,” tegas Romo Benny.

Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay menyatakan bahwa pernikahan sesama jenis bertentangan dengan landasan agama apapun. Indonesia merupakan negara yang menghormati agama, sehingga hal tersebut tidak akan pernah terjadi di Indonesia.

Ketua MUI, KH Cholil Ridwan mengatakan, pemerintah harus menegaskan aturan yang melarang pernikahan sesama jenis. Aturan itu bisa dimasukkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

1240 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *