Berbagi Tugas Mengasuh Anak Tingkatkan Kualitas Keintiman Pasutri

150714142914_heart_shape_640x360_thinkstock

Kelegaan secara emosional maupun keintiman pasangan suami istri bisa dicapai dengan pembagian tugas pengasuhan anak secara seimbang, kata penelitian.

Meningkatkan kualitas keintiman pasangan suami istri bisa dicapai dengan berbagi tugas mengasuh anak, sebut hasil penelitian di Amerika Serikat.

Dalam kajian yang melibatkan 487 pasutri, terungkap bahwa pasutri yang membagi tugas mengasuh anak dengan seimbang dapat mencapai baik kelegaan secara emosional maupun kepuasan di ranjang.

Akan tetapi, jika istri mendapat bagian mengasuh anak lebih dari 60%, khususnya di bidang membuat aturan dan bermain, kualitas keintiman dengan suaminya cenderung rendah.

Keluhan serupa tidak terjadi ketika suami mendapat sebagian besar atau seluruh tugas pengasuhan anak.

Meski demikian, studi itu tidak menyebutkan siapa yang melakoni tugas memandikan atau menyuapi anak.

“Pengaturan tugas pengasuhan anak yang tampak sangat bermasalah bagi hubungan pasutri dan kehidupan seks keduanya ialah ketika sang istri melakukan sebagian besar atau seluruh tugas pengasuhan anak,” kata Dr Daniel Carlson, asisten profesor sosiologi Georgia State University, selaku kepala tim penelitian tersebut.

Tanggung jawab suami

Profesor Sir Cary Cooper, seorang pakar di bidang psikologi organisasi dan kesehatan di Manchester Business School, mengatakan temuan itu masuk akal. Namun, jika dikaji lebih dalam, para peneliti mungkin dapat mengetahui pasangan macam apa yang membagi tugas dan tanggung jawab rumah tangga.

Menurut Cooper, pria yang memilih bekerja dengan jam kerja fleksibel guna melakukan tugas-tugas rumah tangga lebih diterima khalayak umum jaman sekarang.

“Sebaliknya, ada tekanan besar terhadap pria yang tidak mau melakukan hal-hal tersebut (tugas rumah tangga). Pertanyaannya, apakah itu membuat perbedaan dalam sebuah hubungan? Saya pikir bisa saja,” ujar Cooper.

Dalam studi itu, sebanyak 487 pasutri dipilih menjadi responden secara acak. Pasutri yang terlibat dalam kajian juga memiliki beragam status ekonomi, termasuk keluarga menengah ke bawah.

 

969 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *