Ahok: Pertemuan lintas agama penting mengatasi prasangka buruk

0727f

Para pemuka lintas agama foto bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Theophilus Bela)

Ucanews.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan kepada para pemuka lintas agama – Buddha, Islam, Hindu, Katolik, Konghucu, dan Protestan – pertemuan semacam ini sangat baik agar tidak muncul prasangka buruk antarumat beragama.

“Kalau sudah kumpul gini ada saling pengertian, minimal tidak ada suuzon (suuzan) kan,” ujar Ahok, menghadiri Halal Bihalal antarumat beragama yang diselenggarakan Indonesia Assosiation of Religion and Culture (IARC) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (26/7/2015).

Majelis-majelis keagamaan nasional yang hadir – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhamadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Majelis Tinggi Agama Konghucu (Matakin), Wali Umat Buddha Indonesia Walubi (Walubi), Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Menurut Ahok, Indonesia memang sudah ditakdirkan untuk memiliki beragam suku dan agama, maka  Bhinneka Tunggal Ika harus benar-benar diterapkan.

“Kata Pak Din (Ketua MUI Din Syamsuddin) majemuk ini keniscayaan, sudah kehendak Tuhan, mau gimana? Kita akui di republik ini ada masalah antarumat beragama. Sesama agama saja ada masalah kok, memang sejarahnya gitu,” kata dia.

Dia menyadari, konflik bisa terjadi di mana saja, maka  toleransi sangatlah penting untuk dijalankan. “Kita harus duduk bersama, namanya juga toleransi, kan saya menyadari bahwa saya dan Anda beda, tapi saya bisa terima Anda,” tandasnya.

Perber pendirian rumah ibadah

Gubernur Ahok menyatakan peraturan tentang pembangunan rumah ibadah sudah diatur dalam Peraturan Bersama (Perber) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah.

Ahok mengatakan, pihaknya tidak akan mempersulit warga beribadah di rumah ibadah masing-masing. Hanya saja perlu lebih selektif jika warga ingin membangun rumah ibadah baru.

“Kalau Anda mau bangun baru saya tanya dulu. Saya bilang sama walikota, saya ini Kristen Protestan, kalau Katolik mendirikan gereja saya kasih langsung. Pasti dia memiliki 2-3 ribu jemaat baru boleh buka gereja. Tapi kalau Protestan nanti dulu,” kata Ahok.

Menurut Ahok, ada syarat yang harus dipenuhi bagi warga yang akan membangun rumah ibadah baru. Tapi, bagi umat yang ingin merenovasi rumah ibadah yang sudah ada sejak puluhan tahun akan diizinkan.

“Tapi kalau ada gereja Protestan sudah 30 tahun beribadah, ya kita bantu selesaikan. Sama kayak masjid. Ada masjid di yayasan Islam yang syaratnya kementerian 2.500 meter, tapi cuma 300 meter saya kasih enggak? Saya kasih, kenapa? Karena sudah belasan tahun puluhan tahun mereka punya. Itu harus dibedakan,” tegas Ahok.

Dia mengatakan ia tidak mau pengurusan izin renovasi menjadi pengganjal dan dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk membuat kisruh.

“Sesama orang Kristen, Katolik, atau Islam juga ada masalahnya kok. Makanya kita harus duduk bersama, ini yang namanya toleransi, di mana saya bisa menerima perbedaan anda dan Anda bisa menerima perbedaan saya,” kata Basuki.

Senada dengan Basuki, Ketua MUI yang juga Penasihat IARC Din Syamsuddin mengatakan hubungan dan kerjasama antarumat beragama sangat penting untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang maju. Warga tidak boleh lagi memandang etnis maupun agama tertentu untuk bekerjasama.

Dengan dasar Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, lanjut Din, seharusnya warga Indonesia yang majemuk bisa bersatu padu.

“Sekarang hubungan antar umat beragama relatif baik. Konflik besar di awal reformasi seperti konflik Ambon dan Poso sudah selesai, proses rekonsiliasi berjalan baik. Meskipun saat Idul Fitri ada insiden Tolikara, tapi secara umum konflik itu sudah terselesaikan dan ini ikut menjamin stabilitas keamanan Indonesia,” tambah Din.

0727g

Sejumlah suster turut hadir dalam acara halal bihalal kemarin

1029 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *