Kisah Janda Tua Hidup di Atas Pohon Selama 17 Tahun

kisah-janda-tua-hidup-di-atas-pohon-selama-17-tahun-snUoBWPwVP

Janda tua hidup di atas pohon selama 17 tahun

 

Kisah Janda Tua Hidup di Atas Pohon Selama 17 Tahun

MAKASSAR, Okezone.com – Memilih untuk tinggal menyendiri jauh dari keluarga tercinta bukanlah hal yang mudah, terlebih saat memasuki usia senja. Namun, itulah yang dialami oleh Daeng Norma (55), warga Desa Baji Mangngai, Kecamatan/Kabupaten Maros, perbatasan Kota Makassar. Dirinya memilih untuk tinggal di atas pohon setinggi 7 meter bersama anak bungsunya.

Ditemui di rumahnya yang sederhana, Daeng Norma hanya bisa tersenyum penuh rasa syukur. Kerutan di kulit wajahnya mulai terlihat di usianya yang sudah setengah abad.

Membuka obrolan, Daeng Norma tampak santai berbicara. Tetapi saat mulai menyinggung kisah hidup dan keinginannya tinggal di atas pohon, perlahan suaranya mulai serak dan pelupuk matanya terlihat memerah.

Dengan nada sedikit terisak, Daeng Norman menceritakan tentang alamarhum suami tercintanya Mustari dan tentang putra bungsunya Kasmunsir (19) yang setia menemani di tengah kecamuk hidup yang tak menentu dan kebutuhan hidup yang serbapas-pasan.

Tidak hanya kesedihan ditinggal sang suami selama 17 tahun, Daeng Norma juga mulai membuka kepedihan hatinya tentang putra sulungnya Indar Bumaya (42) dan Darmawati (42), istri anaknya.

Bagi dirinya, dalam hidup berumah tangga, sang perempuanlah atau istri yang mengatur dan menyelesaikan urusan rumah tangga. Tetapi dalam kehidupan rumah tangga, putra sulungnya bersama si istri sangat berbeda.

“Anak saya, Indar Bumaya, kerja sebagai buruh di pabrik ekspor kakao, juga terkadang jadi buruh tani seperti kerja bapaknya dulu. Kerap saya lihat sudah capek saat pulang kerja, tetapi setibanya di rumah disuruh mencuci oleh istrinya. Saya kasihan sama anak tapi seperti ini terus situasinya. Istrinya suka main perintah,” tutur Daeng Norma dengan wajah sedih.

Perselisihan kerap terjadi antara Daeng Norma dan menantunya akibat permasalahan yang sama. Dikarenakan tidak tahan omelan sang menantu, Daeng Norma pun kerap memilih menyendiri di bale-bale yang ada di atas pohon yang hanya beberapa meter dari rumah panggung peninggalan suami.

Bale-bale ini buatan Kasmuri, si bungsu. Di bale-bale di atas pohon yang sejajar dengan teras rumahnya itu, Daeng Norma mencari kedamaian dengan salat.

738 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *