Gunung Anak Krakatau Status Waspada, Masyarakat Diminta Tenang dan Tidak Percaya Hoax

Gunung Anak Krakatau. Foto : Robert

Gunung Anak Krakatau. Foto : Robert

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga hari ini, Rabu, 3 Oktober 2018, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap Level II  atau waspada.

“Sehubungan dengan status waspada tersebut, direkomendasikan kepada masyarakat tidak diperbolehkan mendekati G. Krakatau dalam radius 2 km dari kawah,” sebagaimana dikutip Radio Suara Wajar dari siaran pers vsi.esdm.go.id, Rabu, 3 Oktober 2018.

Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Lampung dan Banten diharapkan untuk tenang.

“Jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,” bunyi siaran pers situs resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Selama September hingga saat ini, aktivitas letusan masih berlangsung disertai suara dentuman hingga menggetarkan kaca di Pos PGA Anak Krakatau yang berjarak 42 km dari pusat letusan.

Pemantauan secara visual sering tertutup kabut, pada saat cuaca cerah teramati letusan yang menerus dengan tinggi kolom letusan berkisar antara 200-500 meter, kolom letusan tertinggi terpantau setinggi 2500 m diatas puncak pada tanggal 22 September.

Pada umumnya sebaran abu vulkanik letusan menyebar ke arah barat laut sampai barat daya.

Hasil pengamatan langsung dari pulau Rakata pada 22 September, tampak bahwa lontaran material pijar sebagian besar jatuh di sekitar tubuh G. Krakatau dan sebagian kecil jatuh sampai ke laut. Leleran lava mengalir ke arah selatan-tenggara dan sudah mencapai laut.

Kegempaan didominasi oleh jenis gempa letusan rata-rata 400 kejadian perhari dan gempa tremor menerus dengan amplitudo maksimum 50 mm (overscale).***

Reporter : Robert

323 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *