Pertamina : Musim Tanam Padi Menjadi Penyebab Kelangakaan LPG 3 kg di beberapa wilayah Lampung

Sales Executive LPG Pertamina Lampung Widhi Hidayat. (Foto : Robert)

Sales Executive LPG Pertamina Lampung Widhi Hidayat. (Foto : Robert)

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Tabung LPG ukuran 3 kg atau elpiji melon mengalami kelangkaan di sejumlah kabupaten/kota di Lampung dalam beberapa minggu terakhir.

PT Pertamina (Persero) langsung merespons kabar kelangkaan elpiji melon di sejumlah daerah di Lampung ini dengan mengecek ke sejumlah pangkalan.

“Untuk diketahui, sampai hari ini Pertamina itu menyalurkan LPG masih dalam kondisi normal,” ujar Sales Executive LPG Pertamina Lampung Widhi Hidayat, saat ditemui Radio Suara Wajar, Selasa 28 Agustus 2018.

Pertamina menganalisa ada beberapa penyebab kelangkaan elpiji melon, diataranya karena musim tanam yang masih berlangsung di sejumlah daerah, khususnya di sentra lumbung padi di Provinsi Lampung.

“Ini musim tanam padi di beberapa wilayah seperti Lampung Selatan, Lampung Timur dan daerah Pringsewu yang memang menjadi lumbung padi wilayah Provinsi Lampung. Saat ini LPG 3 kg justru berlaih fungsi menjadi bahan bakar untuk pompa air yang digunakan di sawah,” terang Widhi Hidayat.

Alih fungsi elpiji melon menjadi bahan bakar pompa air petani menurut Sales Executive LPG Pertamina Lampung ini, menjadi penyebab utama kelangkaan tabung LPG ukuran 3 kg.

“Ini sudah kita cek sendiri di wilayah Kecamatan Palas, Lampung Selatan itu kebutuhan LPG 3 kg sangat besar di sana untuk pompa air. Bahkan bisa menjacapai 9-10 tabung per hari untuk satu petak sawah yang menggunakan tiga pompa air,” jelasnya.

Menyikapi hal ini, menurut Widhi, PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II Sumatera Bagian Selatan menggelar operasi pasar elpigi.

“Memang kita sudah mengantisipasi dengan beberapa wilayah Pemda seperti Lampung Selatan, dengan mengadakan operasi pasar, dan terus akan berlangsung di 18 titik wilayah operasi pasar di Lampung Selatan,” katanya.

Widhi berpesan pada masyarakat untuk tidak perlu khawatir akan kelangkaan elpigi melon, karena Pertamina akan terus melakukan langkah-langkah antisipasi.

“Tentunya yang perlu kami sampaikan pada masyarakat agar jangan khawatir bahwa supply LPG itu akan susah. Kita Pertamina akan terus menjamin bahwasannya supply itu tidak akan kurang, karena kita stoknya cukup banyak,” tegasnya.

Pertamina juga menyarankan masyarakat yang merasa mampu untuk beralih ke tabung gas nonsubsidi atau bright gas. Pasalnya, tabung elpiji melon hanya diperuntukkan bagi warga yang tidak mampu.

“Yang paling jelas adalah LPG 3 kg itu harus sesuai dengan peruntukannya. Hanya untuk rumah tangga miskin, bukan untuk rumah tangga mampu, restoran, ataupun industri dan pertanian,” tukas Wihdi.***

Reporter : Robert

778 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *