Renungan Harian Kamis 06 September 2018

Ilustrasi Yesus mengajar. (Foto : FB Thomas Suratno)

Ilustrasi Yesus mengajar. (Foto : FB Thomas Suratno)

Pekan Biasa XXII

INJIL: Luk 5,1-11

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

RENUNGAN:

Di dalam tulisan-tulisan Paulus, ia berusaha mengekspresikan pengalaman rohaninya bersama Tuhan dengan mendoakan komunitas-komunitas yang baru berkembang. Doanya selalu bernuansa syukur dan permohonan supaya jemaat dapat bertumbuh dan layak di hadirat Tuhan. Kepada jemaat di Korintus, Paulus menulis: “Kami berdoa kepada Allah supaya kamu jangan berbuat jahat” (2Kor 13:7). Di surat yang lain Paulus menulis: “Siang dan malam kami berdoa sungguh-sungguh supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang di dalam imanmu” (1Tes 3:10).

Semua doa dan harapan dari Paulus itu sebenarnya dapat menghantar kita semua untuk ber- duc in altum atau bertolak ke tempat yang lebih dalam di dalam membangun relasi dengan Tuhan Yesus sehingga dapat memperoleh penebusan yang berlimpah. Yesus mulai tenar dengan Sabda dan karyaNya. Banyak orang berbondong-bondong mengikutiNya untuk mendengar Sabda dan mengalami karyaNya. Pada suatu kesempatan ia berada di pantai danau Galilea dan berjumpa dengan para nelayan, diantaranya adalah Simon. Ia menyuruhnya untuk menolakkan perahu sedikit jauh dari pantai. Suara Yesus dapat didengar dengan jelas karena dapat dipantulkan dengan sempurna oleh air danau Galilea. Setting tempat pewartaan Yesus juga menarik yakni perahu yang nantinya dapat menjadi simbol Gereja. Yesus selalu ada di dalam GerejaNya, mengajar dan meneguhkan umatNya.

Setelah berbicara, Ia meminta Simon untuk menolakkan perahu ke tempat yang lebih dalam (duc in altum) untuk menebarkan jala dan menangkap ikan. Simon sebagai nelayan lebih tahu keadaan alam karena pengalaman manusiawinya, mengatakan bahwa telah semalaman mereka tidak dapat menangkap apa-apa. Namun ia mengikuti kehendak Yesus untuk menebarkan jala juga. Mereka berhasil menangkap banyak ikan sehingga jala mereka juga mulai koyak. Simon merasa dirinya tidak sempurna karena sebelumnya menyangsikan perkataan Yesus untuk ber-duc in altum, kini memohon pengampunan kepada Yesus. Selain Simon, sahabat-sahabatnya yakni Yakobus dan Yohanes sebagai anak-anak Zebedeus juga ada di pantai itu. Yesus berkata kepada Simon: “Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjadi penjala manusia”. Reaksi Simon dan anak-anak Zebedeus adalah mereka meninggalkan segalanya dan mengikuti Yesus.

Apa artinya menjadi penjala manusia? Perkataan Yesus dan karya-karyaNya membuat banyak orang terpesona dan takjub dan mau mengikuti Yesus. Kini Yesus menemukan mitra kerjaNya yakni Simon dan anak-anak Zebedeus. Mereka inilah yang nanti mengabdikan hidupnya dengan ber-duc in altum untuk membawa banyak orang kepada Yesus. Orang-orang yang datang kepada Yesus karena pewartaan Simon tidak hanya sekedar mengimani Yesus, tetapi mereka juga sejahtera secara lahiria. Mereka dibaptis, tahu membuat tanda salib dan juga sejahtera lahiriahnya. Jadi umat Allah haruslah sejahtera lahir dan bathin untuk mengikuti Yesus. Maka dari awal, Yesus sudah mengingatkan tentang memberdayakan manusia untuk sejahtera lahir dan bathin di hadiratNya. Tentu saja, doa Petrus sang penjala manusia sangat dibutuhkan di dalam Gereja. Dan kita pun jangan lupa berdoa dan mendoakan supaya kita semua semakin sejahtera lahir dan batin.

DOA:

“Ya Tuhan, aku bersyukur atas segala anugerah yang Engkau berikan kepadaku pada hari ini. Bantulah aku agar dapat ikut mengambil bagian dalam pewartaan dan sekaligus sebagai penjala manusia. Amin”.***

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

901 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *