Renungan Harian Kamis, 03 September 2015

11220917_10204637426283341_8960195920243297042_nKamis, 3 September 2015
Peringatan S. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja

Injil: Luk 5:1-11

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: ”Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: ”Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: ”Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: ”Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

RENUNGAN:

Reaksi Petrus ketika Yesus menyuruh untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya untuk menangkap ikan: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena perkataan-Mu itu, akan menebarkan jala juga” (Luk 5:5). Namun Petrus mematuhi juga perintah sang Guru.
Karena Petrus mentaati perintah sang Guru, maka dia tidak saja mampu untuk menjala banyak sekali ikan, tetapi juga dia sampai pada titik pengenalan siapa Yesus itu sebenarnya. Petrus akhirnya mampu untuk sujud di hadapan Yesus dan menyapa-Nya sebagai Tuhan sambil mengakui kedosaannya. Iman Simon Petrus telah bertumbuh! Terpujilah Allah!

Pada awalnya Petrus menyapa Yesus dengan gelar “Guru” karena respeknya dan rasa syukurnya bahwa Yesus telah menyembuhkan ibu mertuanya (Luk 4:38-39). Akan tetapi, sementara Petrus mentaati Yesus, dia melihat bahwa Yesus tidak hanya seorang guru; melainkan juga memiliki otoritas atas segenap alam ciptaan.

Kita dapat mengalami peningkatan dalam iman seperti Petrus. Selagi kita mentaati perintah-perintah Tuhan Yesus, ketaatan kita akan menghasilkan buah, kita akan melihat dengan lebih jelas lagi siapa Yesus itu, dan kita pun menanggapinya dengan iman yang lebih mendalam. Ini adalah suatu pola yang kita akan lihat setiap hari selagi iman kita bertumbuh. Dalam hal ini ketaatan kita akan menghasilkan buah.

Tuhan Yesus dapat meminta kepada kita untuk melakukan hal-hal tertentu yang kelihatan sulit atau bahkan tidak mungkin. Bilamana kita mendengarkan Yesus dan mentaati perintah-perintah-Nya, maka kita akan dapat memetik buah-buah dari ketaatan kita dan iman kita pun akan bertumbuh. Seperti juga Simon Petrus, kita pun akan bersembah sujud di hadapan Yesus dan menyapa Dia sebagai “Tuhan”.

DOA:

“Ya Tuhan Yesus, jagalah diriku agar senantiasa mentaati perintah-perintah-Mu, sehingga dengan demikian, seperti Petrus, akupun dapat memetik buah-buah dari ketaatan tersebut dan imanku kepada-Mu juga akan bertumbuh. Amin.”

 

829 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *