Terendam Banjir, 915 Ha Tanaman Padi di Lampung Timur Terancam Puso

areal-persawahan_20160326_133152RADIO SUARA WAJAR – Sekitar 915 hektare tanaman padi pada kecamatan di Lamtim terancam puso. Ke-915 hektare tanaman padi tersebut terancam puso karena lahan sawah terendam banjir akibat tingginya curah hujan sejak beberapa hari terakhir.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Lamtim, Sigit Santoso, Kamis (14/4/2016) menjelaskan beberapa hari terakhir curah hujan di wilayah Lamtim memang cukup tinggi. Dimana hampir setiap hari wilayah Lamtim diguyur hujan yang selalu turun dengan lebat.

Akibat hujan lebat yang hampir selalu turun setiap hari tersebut, lahan-lahan sawah di lima kecamatan di Lamtim tak mampu menampung luapan air sehingga mengakibatkan lahan-lahan sawah tersebut terendam banjir.

Dari hasil pendataan sementara, lanjut Sigit, luas lahan sawah yang terendam banjir di lima kecamatan itu sudah mencapai sekitar 915 hektare. Ke 915 hektare tanaman padi dan lahan sawah yang terendam benjair tersebut secara perinci adalah sekitar 335 hektare di Desa Mekarjaya, Kecamatan Jabung, di lima kecamatan di Lamtim, di Desa Sumur Kucing, Kecamatan Pasir Sakti (287 ha), Desa Sumberrejo, Marga Batin, Sumber Jaya, Jembrana dan Desa Sidorahayu, Kecamatan Waway Karya (241 ha).

Kemudian di Desa Braja Yekti, Braja Kencana, dan Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah (349 ha), dan di Desa Adiwarno, Buana Sakti, Rejo Agung dan Balekoncono, Kecamatan Batanghari (52 ha). “Akibat tingginya curah hujan sejak beberapa hari terakhir, dari hasil pemantauan sementara tercatat sudah 915 hektare tanaman padi di lima kecamatan itu yang terendam banjir,” kata Sigit.

Lebih jauh dia menjelaskan pihaknya masih terus melakukan pemantauan intensif terhadap tanaman padi yang terendam banjir tersebut. Tanaman padi yang terendam banjir itu memang diakuinya bisa terancam puso, jika curah masih tetap tinggi beberapa hari kedepan. Sebab jika curah hujan masih tetap tinggi maka tanaman padi akan semakin lama terendam air dan bisa mengakibatkan puso.

Namun sebaliknya jika intensitas curah hujan beberapa hari kedepan menurun maka air yang merendam lahan sawah akan berangsur-angsur surut, dan tanaman padi yang masih dalam katagori bisa berproduksi bisa terselamatkan dan bisa dipanen.

“Jadi intinya tergantung tinggi rendahnya curah hujan beberapa hari kedepan. Kalau itensitas curah hujan masih terus tinggi, 915 hektare tanaman padi itu bisa terancam puso. Namun jika sebaliknya maka tanaman padi tersebut masih bisa terselamatkan dan bisa dipanen,” kata dia.

Sigit menambahkan menyikapi kejadian tersebut pihaknya hingga kemarin masih terus melakukan pemantauan dan pendataan. Sebab jika kondisi cuaca masih seperti saat ini dikhawatirkan jumlah tanaman padi terendam banjir bisa bertambah luas lagi.

Sementara sebagai upaya antisipasi penanganan pascabanjir, Pemkab Lamtim melalui Dinas PTPH Lamtim juga telah menyiapkan bantuan benih padi yang nantinya akan diperuntukkan bagi petani yang tanaman padinya mengalami puso akibat terendam banjir.

909 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *