Mbah Cipto : “Adikku berpendirian bebas tidak mau merepotkan orangtua dan keluarga”

Petrus Damianus Sucipto Cipto Hadi Wardoyo, 90 tahun.

Petrus Damianus Sucipto Cipto Hadi Wardoyo, 90 tahun.

LAMPUNG SELATAN, RADIO SUARA WAJAR — Mgr. Dr. Andreas Henrisoesanta, SCJ merupakan pribadi yang tidak mau merepotkan orangtua dan keluarganya.

“Dia (Mgr. Henri) orangnya mau belajar terus, mau belajar macam-macam dan tidak mau mengganggu kepada orangtua dan saudara-saudaranya, pribadinya itu ingin bebas,” beber Petrus Damianus Sucipto Cipto Hadi Wardoyo, 90 tahun. Dia merupakan kakak kandung Mgr. Henri.

Mbah Cipto — begitu Petrus Damianus Sucipto Cipto Hadi Wardoyo biasa disapa — sengaja menjemput jenazah adiknya di Bandara Radin Inten II Lampung Selatan bersama keluarga besarnya pagi tadi, Jumat 11 Maret 2016.

Sampai dimasa tuanya, menurut Mbah Cipto, Mgr. Henri enggan memenuhi permintaan saudara-saudaranya untuk menetap di Kota Metro, yaitu tempat tinggal sebagian besar keluarganya.

“Waktu dia (Mgr. Henri) membangun rumah di Laverna, Pringsewu itu, saya bilang ‘khok buat rumah di situ? Apakah sebaiknya membangun rumah di Metro? Bukankah keluarga besar kita berada di Metro? Jadi kalau keluarga mau berkunjung, tidak perlu payah-payah,” kenang Mbah Cipto dengan raut muka kecewa.

Kepada Radio Suara Wajar, Mbah Cipto mengaku tidak merasa sedih ditinggal adik kandung yang dinilainya paling pintar itu.

“Hati saya tidak sedih. Sebab Tuhan yang mencipta, Tuhan yang memelihara, maka Tuhanlah yang berhak mengambilnya, monggo,” pungkas Mbah Cipto.***

Reporter : Robert

Editor     : Kakek Boncel

1041 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *