Kenang mantan Vikjen Keuskupan Tanjungkarang mengenai sosok Mgr. Henri

RD Piet Yoenanto Sukowiluyo (kanan) bersama RD Yakobus Hari Prabowo (kiri) di Bandar Radin Inten II Lampung Selatan, Jumat 11 Maret 2016.

RD Piet Yoenanto Sukowiluyo (kanan) bersama RD Yacobus Hariprabowo (kiri) di Bandar Radin Inten II Lampung Selatan, Jumat 11 Maret 2016.

LAMPUNG SELATAN, RADIO SUARA WAJAR – Sembilan tahun mendampingi Mgr. Dr. Andreas Henrisoesanta, SCJ menjadi Vikaris jenderal (Vikjen) Keuskupan Tanjungkarang, menyimpan kenangan manis bagi RD Piet Yoenanto Sukowiluyo.

Bagi Romo Piet – pangggilan akrab RD Piet Yoenanto Sukowiluyo – Mgr. Henri merupakan sosok yang begitu perhatian kepada para imam di Keuskupan Tanjungkarang.

“Sebagai seorang imam, saya merasa bahwa beliau sebagai seorang uskup sungguh sangat memperhatikan imamnya,” kata Romo Piet kepada Radio Suara Wajar, Jumat 12 Maret 2016 saat menjemput jenazah Mgr. Henri di Bandar udara Radin Inten II Lampung Selatan.

Salah satu bentuk perhatian Mgr. Henri, kenang Romo Piet, melalui berbagai bentuk, salah satunya arahan khusus yang dilontarkan secara tegas pada dirinya.

“Saya ingat ketika saya diangkat menjadi ketua komisi komsos, Mgr. Henri mengatakan ‘Piet kamu jangan bekerja sebelum kamu tahu medan ladang kerjamu, supaya benar-benar bekerja sesuai dengan kebutuhan. Maka kalau ada kesempatan pergi ke keuskupan lain, coba menimba ilmu disana’ dan itu yang saya buat,” kenang Romo Piet.

Wejangan Mgr. Henri itulah yang menjadi pegangan utama saat Romo Piet memasuki ladang kerja baru hingga sekarang.

“Dan itu yang menjadi pegangan saya ketika saya berpastoral, kemanapun di paroki maupun secara kategorial, saya mencoba dulu melihat, belajar, tidak mau tergesa-gesa untuk berbuat,” pungkasnya.***

Reporter : Robert

1664 Total Views 1 Views Today

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *