SMUK BPK Penabur Bandar Lampung Kehilangan Pengajar Terbaiknya

BU RETNO

Almarhumah Retno Susilawati, salah satu pengajar di SMUK BPK Penabur Bandar Lampung. Sumber : Facebook.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Keluarga besar Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur Bandar Lampung kehilangan salah satu pengajar terbaiknya. Dra. Retno Susilawati yang merupakan guru mata pelajaran Biologi di SMUK BPK Penabur Bandar Lampung ini, dipanggil Tuhan pada usia 48 tahun, Selasa 08 Maret 2016 sekira pukul 03.00 WIB. Retno Susilawati menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung.

“Penyakit kanker payudara yang diidapnya kurang lebih empat tahun ini menjadi penyebab utama kematiannya,” tutur adik ipar almarhumah, Aris Bumbungan, 41 tahun. Itu dikatakannya, saat ditemui Radio Suara Wajar, Selasa pagi 08 Maret 2016 di Rumah Duka Yayasan Budi Luhur.

Sebagaimana diketahui, jenazah Bu Retno — begitu murid-murid memanggil Retno Susilawati – disemayamkan di Jalan Kamboja No. 20, Bandar Lampung.

Menurut Aris Bumbungan, pemakaman akan dilakukan pada Rabu 09 Maret 2016 pukul 14.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Natar, Lampung Selatan. “Sebelumnya kita akan lakukan kebaktian penghiburan disini (Rumah Duka Yayasan Budi Luhur) jam 13.00 WIB yang dipimpin oleh Pendeta Samuel Karundeng dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Ora Et Labora,” jelasnya.

Dijelaskan Aris Bumbungan selama empat tahun ini, almarhumah tengah menjalani pengobatan rawat jalan di Penang, Malaysia. “Bahkan pernah selama tiga bulan, kakak saya menetap disana untuk berobat,” kata Aris, yang merupakan salah satu Pendeta GpdI Ora Et Labora ini.

Sejak Sabtu 27 Maret 2016 kondisi kesehatan almarhum menurut Aris, semakin memburuk, sehingga keluarga melarikannya ke Rumah Sakit Advent Bandar Lampung.

Pada tempat yang sama, Jacob Frans Dethamauk mengatakan, Retno Susilawati merupakan sosok yang tegas dan berani. Jacob Frans Dethamauk merupakan pensiunan guru SMUK BPK Penabur yang pernah bersama-sama membesarkan sekolah ini.

“Bu Retno itu sosok yang tegas dan berani. Kalau a ya a, tidak bisa b, pokonya berani dan tegas orangnya itu. Tapi karena penyakit yang diderita, dia akhirnya mengajukan pensiun dini pada awal 2015 lalu,” terang Jacob Frans Dethamauk.

Retno Susilawati mengabdikan diri menjadi guru Biologi di SMUK BPK Penabur sejak tahun 1997. Selain Biologi, mata pelajaran lain yang diajar adalah Geografi. Retno Susilawati meninggalkan suami Daniel Karundeng dan dua anaknya Yohana F. Karundeng dan Juliana Karundeng.

Selamat Jalan Bu Retno.***

Reporter : Robert

2466 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *