Mengungkap Sejarah Kelahiran Sekolah-Sekolah Xaverius II Bandar Lampung di Panjang

Kemeriahan perayaan ulang tahun sekolah-sekolah Xaverius II Bandar Lampung di Panjang, Sabtu 09 Januari 2016.

Kemeriahan perayaan ulang tahun sekolah-sekolah Xaverius II Bandar Lampung di Panjang, Sabtu 09 Januari 2016.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Sinar matahari begitu menyengat pada Sabtu 09 Januari 2016 meskipun tengah masuk musim penghujan saat Suara Wajar hadir pada puncak perayaan pesta nama pelindung dan hari jadi ke 45 sekolah-sekolah Xaverius Panjang.

Hiruk pikuk suara gaduh anak-anak yang tenggelam memperhatikan Kakek Boncel mendongeng kisah Santo Fransiskus Xaverius di Maluku dan Makassar.

Gaya jenaka Kakek Boncel membuat 700-an anak-anak TK, SD, SMP terpingkal-pingkal sampai tersungkur-sungkur. Sungguh moment langka yang dijumpai Suara Wajar di Bandar Lampung pada hari itu.

Suara Wajar begitu terkesima dengan meriahnya acara puncak peringatan pesta nama pelindung sekolah Santo Fransiskus Xaverius yang bersamaan dengan ulang tahun berdirinya sekolah-sekolah Xaverius II Bandar Lampung di Panjang yang ke-45 tahun.

Panggung megah di tengah-tengah kompleks sekolah-sekolah Xaverius II Bandar Lampung di Panjang Jalan Yos Sudarso Km. 10 sebagai tempat pertunjukaan 26 acara yang telah dipersiapkan. Tari, storytelling, koor, solo song, dance dan dongeng Kakek Boncel.

Sajian paduan suara siswa-siswi SMP Xaverius II Bandar Lampung di Panjang, Sabtu 09 Januari 2016.

Sajian paduan suara siswa-siswi SMP Xaverius II Bandar Lampung di Panjang, Sabtu 09 Januari 2016.

Perlu dipahami bahwa secara geografis Panjang kala itu merupakan kota kecil yang berada di pinggiran pantai Teluk Lampung. Panjang ketika itu masuk di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Daerah pinggiran yang kini masuk ke wilayah Kota Bandar Lampung, pada waktu itu merupakan tempat tinggal masyarakat “kebanyakan”, dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

Kepala SD Xaverius II Bandar Lampung di Panjang Theodorus Bronto, Spd mengatakan, pada waktu itu, belum ada sekolah sebanyak sekarang ini. Baik sekolah negeri maupun sekolah swastapun (TK, SD, SMP sampai dengan SMA/SMK) belum ada.

“Jika masyarakat Panjang ingin menyekolahkan anaknya harus menempuh perjalanan cukup jauh. Yang paling dekat adalah Kecamatan Teluk Betung Selatan yang masuk Kota Madya Tanjungkarang Teluk Betung yang kini bernama Kota Bandar Lampung” tegasnya.

Penyerahan hasil pengumpulan koin peduli sesama dari pihak sekolah kepada perwakilan orangtua murid, Sabtu 09 Januari 2016.

Penyerahan hasil pengumpulan koin peduli sesama dari pihak sekolah kepada perwakilan orangtua murid, Sabtu 09 Januari 2016.

Dijelaskan Theodorus, melihat kondisi tersebut di awal tahun 1970-an Pastor Dr. Andreas Hendrisoesanta, SCJ., ingin ikut ambil bagian dalam bentuk kepedulian kepada masyarakat di wilayah pesisir pantai dalam bidang kerohanian, kesehatan, dan pendidikan.

“Maka pada tanggal 01 Juli 1971 bekerjasama dengan Badan Pengusahaan Pelabuhan Panjang yang diawali oleh bapak Frans Masengi, mendirikan sekolah di Kampung Umbul Jambu Km. 10 dengan areal seluas 7.680 m2. Sekolah-sekolah ini memiliki landasan hukum yaitu SK Yayasan Xaverius Tanjungkarang No. 021/E-X/YX/V-71” pungkasnya.***

Reporter : Robert

Editor     : Kakek Boncel

2719 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *