Kakek Boncel Sang Pendongeng Radio Suara Wajar

Drs. Samuel Bambang Muharyono H.S, (65) alias Kakek Boncel di ruang kerjanya pada ruang kerjanya Jalan Vanili Blok W No. 11 Perumahan Beringin Raya Kemiling Bandar Lampung.

Drs. Samuel Bambang Muharyono H.S, (65) alias Kakek Boncel di ruang kerjanya pada ruang kerjanya Jalan Vanili Blok W No. 11 Perumahan Beringin Raya Kemiling Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG, POTRET SUARA WAJAR – Ragam cara untuk mewartakan kabar gembira Allah dan menerbarkan nilai-nilai kristiani seperti cinta kasih, salah satunya yang dilakukan oleh Kakek Boncel lewat media dongeng gubahannya.

Pria bernama lengkap Drs. Samuel Bambang Muharyono H.S, (65) ini menggunakan media dongeng untuk mentransformasikan nilai-nilai cinta kasih Kristus kepada sesama terutama kepada anak-anak kecil. Dalam tiap cerita dongeng yang “diciptanya” sendiri, tak lupa Kakek Boncel membubuhkan nilai-nilai moral baik nilai moral individual, nilai moral sosial, dan nilai moral religi.

Pria kelahiran Kota Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah 18 April 1950 silam ini menceritakan kisah hidupnya saat ditemui Radio Suara Wajar Sabtu 07 November 2015 pada ruang kerjanya di Jalan Vanili Blok W No. 11 Perumahan Beringin Raya Kemiling, Bandar Lampung.

Pensiunan Pegawai Negri Sipil (PNS) pada 2010 dengan pangkat terakhir Pembina Utama Madya/Golongan IV D ini, terinspirasi menggeluti profesi pendongeng saat dongeng yang dibawakannya disambut antusias oleh cucu tercintanya, tepatnya pada tahun 2011-an.

Nama Boncel sendiri diutarakan alumnus Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah 1974 ini melekat pada dirinya dari tahun 1972 yang dijuluki oleh teman-teman kuliahnya dulu.

Dongeng menurut pendongeng yang menggunakan alat peraga berupa wayang hasil buah tangan sendiri ini, adalah media efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak. Diutarakan Kakek Bocel, dongeng digunakannya sebagai sarana mewariskan nilai-nilai luhur kepribadian.

Selain aktif mendongeng di sekolah, gereja dan pada event-event khusus baik undangan dari instansi pemerintah daerah, perusahaan, serta undangan keluarga, Kakek Boncel tiap hari Minggu juga mengudara di 96,8 Fm Radio Suara Wajar Bandar Lampung pada pukul 09.00 sampai 09.30 wib.

160-an judul dongeng karangannya dan 2000-an wayang yang juga hasil karyanya sendiri ini, menjadi harta berharga miliknya, ditambah berbagai koleksi buku yang tersusun rapi di beberapa rak dinding baik di ruang kerja dan ruang tamu. Jumlah karangan dongeng dan wayang akan terus bertambah, karena melihat usia Kakek Boncel yang mulai senja, tapi tak memadamkan semangatnya untuk terus produktif menelurkan karya dongeng terbaiknya.

Walau kini Kakek Bocel hanya hidup sederhana menikamati masa tua bersama istri tercintanya Chatarina Sudaltinah (67), tapi kakek yang mempunya motto hidup “belajar tidak ada akhirnya” ini merasa bahagia karena telah berhasil mengatarkan ketiga anaknya menggapai cita-citanya. Dua laki-laki dan satu perempuan anaknya ini, telah menyelesaikan pendidikan tinggi di tanah jawa dan sebagian sudah berkeluarga, hidup bahagia bersama keluarga kecil mereka di luar kota.***

Reporter : Robert

1117 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *