600-an Bingkisan Natal siap dibagikan pada tamu yang berkunjung ke Biara FSGM Pahoman Bandar Lampung

Suster-suter Komunitas FSGM Pahoman Bandar Lampung saat tengah menyambut tamu-tamu yang datang ke biara, Jumat 25 Desember 2015.

Suster-suster Komunitas FSGM Pahoman Bandar Lampung terlihat begitu ramah saat menyambut tamu-tamu yang datang ke Biara, Jumat 25 Desember 2015. Foto : Robert

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Begitu indahnya dapat berbagi pada sesama degan beragam cara. Terlebih pada moment Natal sepeperti hari ini.

Komunitas Suster Fransiskanes dari Santo Georgius Martir (FSGM) Pahoman Bandar Lampung pada Natal 2015 ini siapkan 600 bingkisan untuk anak-anak yang berkunjung.

Demikian dikatakan Pimpinan Komunitas (Piko) St. Fransiskus Pahoman Sr. M. Vincentia, FSGM (50) melalui Panitia bagian Perlengkapan, Sr. M. Theresian FSGM.

“Tahun ini kami membuat bingkisan lebih banyak, karena tahun lalu seratus tidak cukup, lalu ini kami buat sekitar enam ratus”, kata Sr. M. Theresian saat Suara Wajar berkunjung di biara yang beralamat Jl. Cendana No. 22 Pahoman, Bandar Lampung siang tadi, Jumat 25 Desember 2015.

Pada Hari Natal yang membahagiakan ini, menurut Sr. Theresia, Biara St. Fransiskus Pahoman Bandar Lampung lakukan open house yang terbuka untuk masyarakat umum, bagi siapa saja yang berkenan untuk berkunjung.

“Yang Muslim kami silahkan masuk kedalam. Boleh ikut makan, boleh ikut minum, kalau yang mau. Kalau yang tidak mau dia hanya diberi bingkisan saja terus pulang” jelasnya.

Para tamu tidak hanya disediakan bingkisan, tetapi aneka macam sajian makanan. Dan yang lebih menggembirakan lagi menurut Kepala Sekolah TK Fransiskus Rawa Laut ini, para tamu yang berkunjung kebanyakan masyarakat yang non Katolik.

“Ada yang datang dari Natar, Kedamaian, dari Geruntang. Kan memang tahun ini Bapa Paus menetapkan tahun murah hati. Karena itu kongregasi kami, khususnya di komunitas kami mencoba berbuat secara kongkrit. Ya bisanya kami seperti ini open house terbuka, agama apapun boleh masuk. Kalau dia mau masuk silahkan, tapi kalau yang gak mau kita gak paksa, gitu” tandas Sr. Theresian.

Dijelaskan Sr. Theresia, bingkisan yang telah dikemas empat hari sebelum perayaan Natal merupakan wujud keperdulian pada sesama.***

Reporter : Robert

922 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *