Masuki Musim Tanam Padi, Pemprov Lampung Mulai Antisipasi Ketersediaan Air Irigasi

Rapat Koordinasi Persiapan Musim Panen 2015/2016  di ruang rapat asisten sekdaprov Lampung, Rabu (18/11/2015).

Rapat Koordinasi Persiapan Musim Panen 2015/2016 di ruang rapat asisten sekdaprov Lampung, Rabu (18/11/2015).

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Pemerintah Provinsi Lampung mulai mengantisipasi ketersediaan air irigasi memasuki musim tanam padi sawah pada bulan November. Hal ini dilakukan mengingat kondisi ketersediaan air yang mulai menurun disejumlah waduk di Provinsi Lampung.

Dijelaskan oleh Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Lana Rekyanti bahwa total sasaran produksi tanaman pangan di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung mencapai 746.246 ha dengan pembagian ketersediaan air irigasi pada MT1 (Musim Hujan) seluas 118.400 ha dan MT2 (Musim Gadu) seluas 80.160 ha berdasarkan SK Gubernur Lampung No.G/500.a/III.10/HK/2015 tentang pola tanam.

“Dalam rangka mewujudkan program swasembada pangan diperlukan dukungan program peningkatan hasil produksi lahan pertanian, salah satunya dengan mengupayakan tehnologi pertanian dan sistem efisiensi air irigasi dengan mengembangkan pola tanam dan tata tanam”, jelas Lana dalam Rapat Koordinasi Persiapan Musim Panen 2015/2016 di ruang rapat asisten, Rabu (18/11/2015).

Lebih lanjut lana menambahkan untuk tercapainya program peningkatan produksi tanam dengan sistem efisiensi air irigasi maka diperlukan dukungan seluruh instansi terkait serta koordinasi antar petugas selama proses MT1 dan MT2.

“Harus ada persamaan persepsi dan gerak langkah jadwal tanam diseluruh wilayah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dalam rangka efisiensi air irigasi sehingga dapat terwujud pelaksanaan percepatan tanam dengan penggunaan air tepat guna dan tepat waktu”, tambahnya

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Pengairan Heru Wahyudi menjelaskan akibat penurunan debit air disejumlah waduk berdampak pada kemunduran jadwal tanam disejumlah wilayah di Provinsi Lampung hingga awal Desember.

Diinformasikan oleh Karo Humas dan Protokol Bayana, Perwakilan BBWS Mesuji Sekampung Tosan Subiyantoro menjelaskan melihat catatan debit 10 tahunan Bendungan Argoguruh maka pada puncak musim hujan yaitu pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret, jumlah debit rata-rata dapat mencukupi untuk kebutuhan selama MT1 dengan sistem pemberian air sesuai kebutuhan maupun cara giliran dengan tambahan hujan efektif.

“Pada Awal bulan Januari pintu Intake Waduk Batu Tegi ditutup dengan tujuan untuk pengisian waduk sampai dengan seluruh areal MT1 Panen dan pengisian waduk dimulai tanggal 1 Januari sampai dengan 1 Juni 2016, diharapkan 1 Juni tersebut kondisi waduk sudah normal”, jelasnya.

Ditambahkan oleh Kabag Humas Heriyansyah dalam rapat ini turut hadir sejumlah dinas terkait dari Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.***

Reporter : Robert

971 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *