Keterampilan di Balik Jeruji Besi

w750_h400px__1447520699

Kerajinan tangan produksi warga binaan lapas dan rutan. pemasyarakatan.com

BANDARLAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Menjadi tahanan atau narapidana bukanlah akhir dari segalanya. Pasalnya, kendati menjadi narapidana yang mendapat hukuman bertahun-tahun ataupun seumur hidup, narapidana yang berada di Lampung justru dapat menumbuhkan keterampilan di balik jeruji besi penjara. Keterampilan tersebut kini dapat dilihat di pameran kerajinan tangan warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) se-Lampung.

Pameran yang dibuka di Mal Kartini Bandar Lampung sekitar pukul 11.00, Sabtu (14/11/2015) itu diikuti 10 lapas/rutan se-Lampung itu akan digelar hingga Minggu (15/11/2015) dengan tujuan memamerkan dan menginformasikan kepada masyarakat jika narapidana di dalam lapas/rutan diberikan bekal untuk menghadapi kehidupan di luar penjara.

Menurut Kepada Bidang Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Lampung Giri Purbadi, kegiatan tersebut sebagai informasi kepada masyarakat jika dalam lapas/rutan itu terdapat warga binaan yang ketika narapidana itu keluar dari penjara memiliki keterampilan untuk dapat hidup lebih baik.

“Hasilnya memang tidak seberapa, tetapi keberanian dalam menyampaikan turut kita apresiasi, tetapi ke depan kekurangan itu akan kita benahi lagi dengan memproduksi barang yang sesuai dengan permintaan pasar,” kata dia di depan stan Lapas Gunungsugih, kemarin.

Dia melanjutkan warga binaan itu bertujuan agar narapidana dapat menjadi mandiri, kreatif, dan dapat melihat peluang.

“Minimal mereka mengerti kalau mereka itu berkeinginan mejadi orang yang baik, walaupun dari hanya sekadar kerajinan,” kata Giri.

Menurut dia, selain memberikan informasi, pameran itu juga dalam rangka memasarkan hasil kerajinan warga binaan kepada masyarakat. Di mana hasil yang diperoleh akan diberikan kepada warga binaan sendiri.

“Hasil dari pameran ini akan kembali ke napi sendiri, mungkin untuk kebutuhan hidupnya di dalam lapas,” tandasnya.

Pemantauan Lampung Post, terdapat berbagai jenis keterampilan kerajinan tangan yang dipamerkan. Mulai dari miniatur kendaraan becak, motor, dan kapal layar seperti yang ditampilkan Lapas Gunungsugih dan Rutan Kelas IIB Kotaagung. Hingga kue dan keripik yang diproduksi narapidana di Lapas Wanita Kelas IIA Bandar Lampung.

Untuk Lapas Kelas I Bandar Lampung menampilkan miniatur rumah adat Lampung dan masjid yang dihargai Rp450 ribu hingga Rp1,2 juta. Lapas Way Kanan menampilkan kursi buatan warga binaannya, sedangkan Rutan Kelas IB Bandar Lampung memajang catur raksasa, miniatur, dan batu akik.

Di stan lainnya, Rutan Kelas IIB Kotaagung mengedepankan miniatur kapal layar yang terbuat dari koran bekas. Miniatur kapal layar tersebut merupakan buatan tangan Aris, terdakwa yang dituntut 20 tahun atas perkara pembunuhan berencana yang bisa didapatkan dengan harga Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Selain itu ada kaligrafi bentuk gajah dari bahan aluminium yang ditampilkan lapas narkotika Kelas IIA Bandar Lampung.
Sedangkan Lapas Kelas IIA Kalianda, Lapas Kelas IIA Metro, Lapas Wanita Kelas IIA Bandar Lampung, dan Rutan Way Huwi yang menampilkan kesenian musiknya.(lampost.co)

 

610 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *