Renungan Harian, Jumat, 13 November 2015

12246614_10205002368126659_838943527447356590_nJumat, 13 November 2015
Hari Biasa Pekan Biasa XXXII

INJIL: Luk 17:26-37

Sama seperti yang terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: Mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka berjual beli, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari Anak Manusia dinyatakan. Siapa saja yang pada hari itu sedang berada di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan istri Lot! Siapa saja yang berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja yang kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.) Kata mereka kepada Yesus, “Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka, “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung-burung nasar.”

RENUNGAN:

Gambaran Yesus tentang hari-hari menjelang kedatangan-Nya pada akhir zaman sungguh dapat menyebabkan timbulnya rasa takut dalam hati kita. Apabila kita merasa takut, maka kecenderungan alami dari kita adalah untuk mencari rasa aman dalam hal-hal yang sudah familiar bagi kita, yang dapat memberi rasa damai dan stabilitas kepada kita. Namun Yesus mengatakan kepada orang-orang yang mendengarkan pengajaran-Nya, bahwa pada hari kedatangan Tuhan, mereka tidak boleh kembali ke rumah mereka untuk mengumpulkan barang-barang milik mereka. Yesus mendorong mereka – dan kita semua tentunya – untuk menemukan keamanan dan damai dalam diri-Nya saja.

Bagi orang-orang yang mengenal Yesus secara pribadi dan akrab/intim, kedatangan-Nya kembali akan merupakan suatu peristiwa yang indah dan menakjubkan. Kita akan begitu tertangkap dalam kasih-Nya dan terpikat oleh pemenuhan semua impian kita yang akan terwujud sebentar lagi, sehingga wajarlah jika kita meninggalkan segalanya di belakang dan berlari untuk menemui Dia.

Kalau sekarang kita hanya mengenal dan mengimani Yesus dari apa yang dipaparkan dalam Alkitab dan diajarkan oleh Gereja, nanti pada saat kedatangan-Nya kembali ke dunia, akhirnya kita melihat Dia dalam segala kepenuhan-Nya. Sangat menggembirakan hati…. Maka marilah kita tetap taat pada sabda-Nya. Biarlah hati kita senantiasa rindu dan terbuka bagi-Nya. Selagi kita melakukan apa yang diinginkan-Nya, maka kerinduan hati kita akan menyala karena cahaya hati-Nya menjadi semakin terang benderang sampai hari di mana kita akan berlari untuk bertemu dengan Dia yang kita rindukan.

DOA:

“Ya Tuhan Yesus, dating segera! Aku sungguh merindukan Engkau. Aku berhasrat untuk mengenal-Mu lebih dalam lagi, hari demi hari. Aku menanti-nantikan saat untuk berada bersama-Mu dan akhirnya dapat bertemu dengan-Mu. Amin.”

 

1902 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *