Pasangan India Diundang Berpartisipasi Dalam Sinode Uskup di Vatikan

0917dRADIO SUARA WAJAR – Pasangan nikah beda agama dari India berada  di antara lebih dari 360 peserta, termasuk 18 pasangan nikah dari seluruh dunia, diperkirakan akan hadir pada Sinode Para Uskup tentang keluarga di Vatikan  pada Oktober mendatang.

Selain 166 anggota sinode yang dipilih oleh konferensi waligereja nasional, 22 pemimpin Gereja Katolik Timur, 25 pemimpin Kongregasi Vatikan dan dewan kepausan, 10 pemimpin ordo religius pria, Paus Fransiskus menunjuk  45 Bapa Sinode tambahan untuk berpartisipasi dalam pertemuan yang akan berlangsung 4-25 Oktober itu.

Daftar lengkap peserta sinode telah dikeluarkan Vatikan pada 15 September.

Sinode biasa tahun ini akan melibatkan lebih banyak orang daripada sinode luar biasa tahun lalu, yang bertemu selama 15 hari. Sinode biasa akan mempertemukan sembilan pemimpin  Gereja Katolik Timur dan enam “delegasi persaudaraan” tambahan dari komunitas Ortodoks, Anglikan dan Protestan. Paus juga menunjuk 45 anggota panitia dari sinode itu – lebih banyak dari 26 anggota  tahun lalu – dan ia menunjuk 51 pengamat dan 23 ahli, termasuk  18 pasangan nikah. Pada sinode luar biasa, ada 38 pengamat dan 16 ahli, termasuk 14 pasangan nikah.

Ishwar dan Penny Bajaj, pasangan nikah beda agama (Hindu-Katolik) dari Mumbai, India, berada di antara peserta yang diundang untuk hadir dalam sinode itu.

Hampir setengah dari 45 anggota panitia dari Eropa, 15 dari Amerika, tiga dari Afrika, dua dari Oseania dan satu dari Asia. Pada sinode luar biasa, hampir semua yang ditunjuk berasal dari Eropa, dan tidak ada yang  berasal dari Amerika Utara atau negara-negara berbahasa Inggris lainnya.

Paus Fransiskus memastikan bahwa semua anggota dewan umum sinode akan hadir pada pertemuan Oktober dengan menunjuk Kardinal Donald W. Wuerl dari Washington dan Timothy M. Kardinal Dolan dari New York sebagai anggota voting.

Selain itu, ia mengangkat Uskup Agung Blase J. Cupich dari Chicago; Uskup George V. Murry dari Youngstown, Ohio;  Kardinal Gerald C. Lacroix dari Quebec, Kanada dan Kardinal John A. Dew dari Wellington sebagai anggota.

Beberapa orang ditunjuk Paus termasuk Kardinal Walter Kasper dari Jerman, Kardinal Godfried Danneels dari Mechelen-Brussels, dan Kardinal Oscar Rodriguez Maradiaga dari Honduras, serta Pastor Antonio Spadaro, direktur jurnal La Civilta Cattolica, dan Mgr Pio Pinto, dekan Romawi Rota, sebuah pengadilan yang berhubungan  dengan kasus pernikahan yang berbasis di Vatikan.

Di antara 51 pengamat dan 23 pakar yang ditunjuk oleh Paus, mayoritas adalah pria dan wanita awam, termasuk pasangan menikah. Sebanyak  42 pria dan 32 wanita mewakili dari berbagai kawasan dengan representasi yang cukup sama –  Asia, Afrika, Amerika dan Timur Tengah, dan jumlahnya sedikit lebih tinggi dari Eropa.

Kardinal Marc Ouellet, Prefek Kongregasi Uskup, dan Kardinal George Pell dari Australia, Prefek Sekretariat Ekonomi Vatikan, juga hadir sebagai pejabat Kuria Romawi.

Paus Fransiskus akan menjadi ketua sinode dan akan dibantu oleh Kardinal Andre Vingt-Trois dari Paris; Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina; Kardinal Raymundo Damasceno Assis dari Brazil, dan Kardinal Wilfrid F. Napier dari Afrika Selatan.

Seperti yang ia lakukan dalam sinode luar biasa tahun lalu, Kardinal Peter Erdo dari Esztergom-Budapest, Hungaria, akan menjadi relator untuk memperkenalkan hasil diskusi dan sintesis, dan Uskup Agung Bruno Forte dari Chieti-Vasto, Italia  sebagai sekretaris khusus.

Sidang umum biasa dari Sinode Para Uskup berfokus pada “Panggilan dan Misi Keluarga dalam Gereja dan Dunia Kontemporer.”

Sinode ini akan membuat pedoman pastoral menanggapi diskusi sebelumnya melihat tantangan yang dihadapi keluarga saat ini. Diharapkan Paus kemudian akan menulis seruan apostolik pasca-sinode yang mengambil tema-tema sinode dan dikembangkan  lebih lanjut.

 

685 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *