4 Biarawati Diborgol Lalu Ditembak di Kepala, Paus Fransiskus Angkat Bicara

160305171455_yemen_care_home_attack_aden_640x360_afp_nocreditRADIO SUARA WAJAR – Paus Fransiskus mengecam pembunuhan 16 orang, termasuk empat biarawati Katolik, di panti jompo di Yaman. Dia menyebut serangan senjata di Aden yang terjadi pada Jumat lalu merupakan sebuah “aksi yang tidak berperikemanusiaan dan kekerasan yang kejam”.

Sekretaris Negara Vatikan Pietro Parolin mengatakan Paus Fransiskus “mendoakan agar pembunuhan yang tidak ada gunanya ini dapat membangkitkan hati nurani, dapat menggugah hati, dan menginspirasi seluruh pihak untuk meletakkan senjata mereka dan melakukan upaya dialog.”

“Dia juga mengirimkan doa untuk mereka yang tewas dan keluarga mereka dan kepada seluruh pihak yang mengalami dampak dari aksi yang tidak berperikemanusiaan dan kekerasan yang kejam ini.”

Dalam sebuah pernyataan, Vatikan mengatakan dua orang biarawati yang tewas merupakan warga negara Rwanda, satu orang India dan satu dari Kenya, mereka bekerja sebagai perawat.

Para biarawati itu berasal dari Misionaris Cinta Kasih, yang mengelola panti Jompo dan didirikan oleh Bunda Teresa di Kalkuta India.

Juru bicara misionaris Sunita Kumar mengatakan anggotanya sangat terkejut dengan pembunuhan ini. Seorang biarawati yang bertugas di panti Jompo itu ada yang berhasil bersembunyi dan melarikan tanpa terluka. Sejumlah laporan menyebutkan para penyerang berpura-pura mengunjungi ibu mereka agar dapat masuk ke panti jompo tersebut.

Pemerintah tuding ISIS

Pemerintah Yaman menuding kelompok yang menyebut diri Negara Islam ISIS berada di balik serangan tersebut, tetapi belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab. Pemerintah Yaman menuding ISIS berada di balik serangan panti jompo di Aden.

160306031434__88595806_edf08b29-531b-4159-987e-ac274f53f772Ketika serangan terjadi, empat orang biarawati itu baru selesai menyediakan sarapan untuk 80 orang penghuni di panti jompo. Seluruh korban tewas ditembak pada bagian kepala dan dalam keadaan diborgol, seperti dijelaskan oleh saudara seorang korban kepada kantor berita Associated Press.

Perang sipil terjadi di Yaman antara pemberontak Houthi yang didukung Iran di wilayah Utara negara itu dan pemerintah negara itu yang didukung oleh Arab Saudi yang menguasai bagian selatan.

Sementara ISIS dan Al-Qaeda di Semenanjung Arab, berupaya mengambil keuntungan dari perang di negara itu. PBB menyebutkan lebih dari 6.000 orang tewas dan 2,4 juta orang mengungsi akibat perang di Yaman.

 

1154 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *