Renungan Harian Kamis, 17 September 2015

10533444_10204726352026429_1334807132892744386_nKamis, 17 September 2015
Hari Biasa Pekan Biasa XXIV

Injil: Luk 7:36-50

Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: ”Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.” Lalu Yesus berkata kepadanya: ”Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: ”Katakanlah, Guru.”
”Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?” Jawab Simon: ”Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: ”Betul pendapatmu itu.” Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: ”Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.” (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab….)

RENUNGAN:

Dalam bacaan Injil hari ini, Simon orang Farisi itu menghakimi Yesus, walaupun masih dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menyentuh-Nya ini; tentu Ia tahu bahwa perempuan itu seorang berdosa” (Luk 7:39). Kelihatannya Yesus Sang Hakim Abadi yang dihakimi namun sebenarnya orang-orang yang berada di sekeliling-Nya. Orang-orang seperti Simon Farisi gagal, sedangkan orang-orang seperti “perempuan berdosa”justeru lulus diuji dengan baik.“Dosamu telah diampuni. Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan damai!” (Luk 7:48,50).

Kegagalan Simon, si orang Farisi yang nampak saleh adalah suatu peringatan bagi kita semua. Di sini diperlihatkan bahwa secara fisik dekat dengan Yesus tidaklah cukup, juga tidak cukuplah kita dinamakan sebagai orang-orang Kristiani, atau melakukan hal-hal baik bagi Allah dengan seringnya kita muncul dalam gereja-Nya. Simon duduk di samping Yesus, namun secara spiritual dia kehilangan berkat yang besar itu.

Sebaliknya, “perempuan berdosa” tersebut sungguh membuat hati kita mengalami kedamaian. Perempuan itu menunjukkan kepada kita bagaimana memperoleh manfaat tanpa batas dengan mendekati Yesus. Dia mengenal Yesus dengan cara yang sama, dan dia mendekati Yesus dengan kasih serta tindakan penyembahan dan juga pertobatan yang tidak meragukan lagi. Lagipula dia menempatkan rasa percayanya secara total kepada-Nya.

Perempuan itu sama sekali tidak peduli dengan penghakiman penuh kesombongan yang diperagakan oleh para tokoh agama yang hadir pada perjamuan tersebut. Perempuan itu juga tahu kepada siapa Allah berpihak, “Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak menghasihi” (Luk 7:47).

DOA:

“Ya Tuhan Yesus, curahkanlah Roh-Mu sehingga diriku selalu sadar siapa yang boleh menghakimi, dan siapa sebenarnya Sang Hakim satu-satunya yang Mahatahu manakala aku harus melakukan sesuatu pada sesama. Amin.”

 

1116 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *