300 Umat Digiring Secara Fantastis dalam Enam Abad di Gereja Katolik APO Jayapura

220c08548cac211cc7db219bb52f46cf_L

Konser Musik OMK APO Jayapura, Sabtu, 29/08

RADIO SUARA WAJARJayapura, 29 Agustus 2015. Dari samar-samar  kegelapan sakristi menuju altar terang, dalam sebuah barisan 13 pria  berjubah krem, berdiri di altar mensyairkan lagu “Victime Pascali Laudes” dengan nada adzan satu suara, mengantar seluruh penoton ke  Abad Medieval (5 M) dalam nuansa  meditatif  tanpa iringan musik. Lagu ini membuka konser musik gerejawi III OMK Paroki St. Fransiskus APO dengan tema “Pujian Dari Segala Zaman” di gedung Gereja St. Fransiskus Asisi, APO Jayapura.

Setelah penonton dibawa ke dalam suasana abad ke 5 M, “Francis Youth Choir” yang beranggotakan 17 orang Sopran, 11 orang Alto, 15 orang Tenor, dan 8 orang Bass menggiring penonton menuju Jaman Renaissance (abad 14 – 17) lewat lagu “Ego Sum Panis Vivus”.

11738069_561700207304786_892810339814839835_n

Anggota Francis Youth Choir – OMK St. Fransiskus APO Jayapura tahun 2015

Keindahan khayalan yang indah dan fantastis ditampilkan dengan sempurnah melalui lagu “Halleluja Amen” oleh Francis Youth Choir dan lagu “Ave Maria  – Bach “  yang dibawakan oleh “Rubby dan Rulland Ngutra” membuat penonton terkesima, tanpa disadari para penonton telah dibawa ke jaman Boroque (tahun 1750–an). Setelah penonton diajak berkhayal fantastis, selanjutnya Francis Youth Choir (paduan suara OMK APO) mempersembahkan lagu “Ave Verum Corpus”, lagu yang dibuat oleh musisi terkenal di Jaman Klasik (1750 – 1850), yaitu Mozart pada bulan Juni 1791 bagi sahabatnya Anton Stoll ( Pemimpin Paduan Suara di Kota Baden ) pada perayaan Corpus Cristi. Lagu Ave Verum Chorpus dinyanyikan oleh Francis Youth Choir di malam konser musik III menggunakan bahasa Latin dengan  halus dan sangat indah. Pesan dari lagu ini jika diterjamahkan ke dalam Bahasa Indonesia adalah : “Salam bagi tubuh sejati Kristus yang dilahirkan dari Perawwan Maria; Yang sungguh-sungguh menderita dan berkorban di atas kayu salib bagi manusia; Dari sisi yang tertusuk (lambung) mengalir air dan darah; sehingga menjadi pratanda dari ujian kematian yang kita hadapi”.

Suasana  interior Gedung Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi APO yang terletak di tengah hiruk pikuk pusat Kota Jayapura Papua malam itu telah digiring oleh anak-anak OMK APO kembali ke jaman Romantik setelah adrenalin 300-an penonton menikmati musik jaman Mediwval – Renaisance – Baroque – Klasik. Kali ini mereka membawakan lagu “Panis Angelicus”  versi Camille Saint-Saën, notasi dan cara membawakan  lagu ini lebih  rumit dibandingkan  Panis Angelikus Versi Caesar Frank yang sering kita dengar dinyanyikan oleh Josh Groban atau charlotte church. Lagu “Panis Angelicus” – Camille Saint-Saën yang dibawakan oleh Paduan Suara OMK APO menggunakan Bahasa Latin mengandung arti : “Roti para malaikat menjadi roti manusia, Roti surga telah diberikan, Oh hal  yang luar biasa, Orang Miskin, Budak dan orang  yang  sederhana dipersatukan dengan Tuhan”.

Setelah penonton digiring melewati 5 Jaman. Kali ini penonton diajak berdiri untukk sama-sama bernyanyi lagu “Puji dan Syukur”, menarik bahwa kali ini penonton diajak bernyanyi.  Lagu ini sering dinyanyikan di Paroki-paroki pada acara syukur, juga  cara-acara kenegaraan seperti wisuda kampus. Lagu Puji dan Syukur adalah lagu dengan gaya abad ke 20, di mana pada jaman ini lahirlah musik Pop, Rock, Jazz, Inkulturasi, Gospel, dan Kontenporer, lagu ini sekaligus menutup sesi pertama konser musik malam itu, sambil beristirahat sejenak sebelum masuk ke dalam sesi Dua.

Inkultirasi, semangat etnis, hingga ke modernisasi secara total ditampilkan dalam sesi dua Konser Musik OMK APO malam itu. Dengan sangat energic sang konduktor  Marselus Laga Matarau, menuntun anggotanya seperti menuntun bayi untuk menampilkan karya-karya indah. Beberapa lagu gaya etnis yang tampil dikolaburasi dengan pukulan tifa dan tepukan tangan pengiring. Suasana ini sangat membakar semangat penonton, untuk terpaksa memberikan tepuk tangan meriah walau telah dibatasi oleh sang Master Ceremoni. Lagu-lagu zaman abad 20 yang dibawakan malam itu adalah : “Gloria In Exelsis Deo, Oh Yah Tuhan Terimalah,  Allah Nerege, Look At The World, Awill Sing, Lord’s Prayer, Ride The Chariot, Shine On Me dan ditutup dengan lagu Hail Holy Queen”.

Kegiatan konser ini mendapat apresiasi besar dari pecinta orang muda perwakilan seluruh paroki Dekenat Jayapura yang hadir pada malam hari itu. Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh beberapa mantan aktifis orang muda, bahwa “kegiatan yang dilakukan secara kontinyu dan terencana bagi orang muda adalah kegiatan yang sangat berkualitas, seperti kegiatan konser musik yang sudah berjalan tiga kali di Paroki APO Jayapura”. Konser yang sudah dilaksanakan adalah : Konser I pada tahun 2010 dengan tema “DOA DAN PUJIAN” (Pastor Paroki: Ptr. Lian, OFM), Konser II pada tahun 2012 dengan tema “PUJIAN DARI SEGALA PENJURU” (Pastor Paroki: Ptr. Darius, OFM), Konser III pada tahun 2015 dengan tema “PUJIAN DARI SEGALA ZAMAN” (Pastor Paroki: Ptr. Modes, OFM)

Dalam sambutannya Pastor Paroki APO, Ptr. Modes, OFM menyampaikan terimakasih kepada seluruh penonton yang telah hadir dari berbagai tempat dan kelompok. Pastor Modes juga menyampaikan bahwa “konser kali ini bertujuan : Pembinaan Mental Spiritual OMK, sebagai sarana menyalurkan bakat OMK, dan membantu pembangunan Goa Maria Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi APO”.

Penulis Berita : Florry Koban

 

1938 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *