Kegembiraan dan Manfaat Menjadi Hal Pokok Yang Harus Ada Pada Kegiatan Orang Muda

RD. Wolfram Safari, Koordinator Bidang Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang dalam acara TYD 2015.

RD. Wolfram Safari, Koordinator Bidang Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang dalam acara TYD 2015.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Kegembiraan dan manfaat bagi orang muda. Itulah dua hal pokok dan harus ada pada setiap kegiatan orang muda yang diselenggarakan. Demikian dikemukakan Koordinator Bidang Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang, RD. Wolfram Safari saat berbincang dengan Radio Suara Wajar Kamis (23/07) di Bandar Lampung.

“Dua hal selalu yang saya tekankan untuk kegiatan orang muda ya. Dan dua hal ini harus ada dua-duanya. Yang pertama adalah kegembiraan dan yang kedua adalah manfaat untuk omk (Orang Muda Katolik) sebagai orang beriman yang menjadi bagian gereja pada saat ini” jelas Romo Wol, begitu panggilan akrabnya, .

Dua hal pokok tersebut menurut Romo Wol, telah terpenuhi pada kegiatan Tanjung Karang Youth Day (TYD) 2015. Hal ini terindikasi dari kegembiraan yang terpancar dari seluruh peserta serta sajian materi yang diberikan.

“Maka saya melihat dinamika dalam TYD, dua hal ini terlihat. Bahwa mereka gembira, bahkan sangat gembira dan mereka semua antusias untuk pengen mengadakan ini lagi karena juga sangat-sangat bermanfaat. Mereka bisa berjumpa, mereka bisa memperoleh sesuatu, mereka merasa dicintai, mereka merasa diperhatikan” kata Romo Wol.

Disinggung terkait tingkat kesulitan dalam penyelenggarakan hajat terbesar orang muda katolik Keuskupan Tanjungkarang tahun ini, Romo Wol mengaku tidak mendapatkan kesulitan yang brarti. Hanya saja, waktu persipan dan beban perdana kegiatan orang muda tingkat keuskupan menjadi sedikit masalah, menurutnya.

“Yang pertama di keuskupan ini, hal ini baru pertama kali, maka itu menjadi kesulitan untuk kami bersama-sama, kita bersama-sama, baik dari pihak keuskupan, kepemudaan, dan juga umat dalam hal ini orangtua dan omk dalam mempersiapkan ini” terangnya.

“Kesulitan besar tidak ada, hanya kita punya waktu yang sedikit. Akhir tahun lalu, Bapa Uskup (Mgr. Yu) mengharapkan bahwa kegiatan ini harus terjadi pada tahun 2015. Maka praktis persiapannya hanya kurang lebih setengah tahun. Dan umumnya sebenarnya kegiatan sebesar ini satu tahun atau lebih, satu tahunlah persiapannya. Tapi puji Tuhan berjalan dengan baik” jelas Romo Wol.

Romo Wol berharap, para peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat mendistribusikan dan mengaplikasikannya apa yang telah didapat dalam TYD di paroki atau stasinya masing-masing.

“Kegiatan ini harus hidup ya diantara orang muda, diantara gereja, para romo, Bapa Uskup, untuk selalu mendampingi mereka, baik dalam kelompok baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar, di lingkungan, di stasi, di paroki, di tingkat keuskupan juga. Maka jadilah dekat dengan dinamika di gereja setempat, di paroki masing-masing, di stasi masing-masing. Dan berharap juga kedepannya mungkin akan dikumpulkan lagi, akan diberi spirit lagi dalam bentuk yang kurang lebih sama tetapi juga mereka diharapkan kreatifitasnya” tutup Romo Wol.***

Reporter : Robert

 

1848 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *