Ahok Siap Naikkan Gaji Sopir Angkot 2 Kali UMP

290710_penyesuaian-tarif-angkot_663_382

Puluhan angkutan umum (angkot) menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu

Ahok Siap Naikkan Gaji Sopir Angkot 2 Kali UMP

VIVA.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan dana sebesar Rp1,35 triliun di dalam APBD DKI tahun 2015 untuk keperluan pemberian PSO (public service obligation) kepada PT. Transportasi Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan dana sebesar itu diperlukan untuk melaksanakan rencana Pemprov DKI dalam menerapkan sistem pembayaran rupiah per kilometer terhadap seluruh operator angkutan umum di Jakarta.

Usai diterapkannya sistem itu secara penuh, Ahok, sapaan akrab Basuki mengatakan, para sopir bus atau angkutan kota di Jakarta tidak perlu ngetem atau menunggu penumpang untuk memenuhi kewajiban memberi setoran kepada pengusaha angkutan.

Hal ini, kata Ahok, dikarenakan Pemprov DKI memberi jaminan para operator bus itu akan selalu mendapat pembayaran untuk setiap jarak yang ditempuh oleh bus-busnya. Selain itu, para sopir pun dijanjikan untuk diberi gaji sebesar 2 kali UMP setiap bulan. “Jadi kamu (sopir bus) jalan saja. Soal tiket, biar kami yang menentukan di PT. Transportasi Jakarta,” ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 31 Maret 2015.

Ahok berharap, seluruh operator angkutan umum di Jakarta mau bergabung ke PT. Transportasi Jakarta dan menerima sistem pembayaran rupiah per kilometer. Dengan sistem tersebut, para pengusaha angkutan akan selalu memiliki kecukupan modal karena Pemprov DKI menjamin pendapatan yang mereka terima setiap bulannya.

Hal ini dinilai bisa membuat pengajuan kredit yang dilakukan oleh para operator angkutan umum itu ke bank pasti disetujui. Kredit itu, kata Ahok, kemudian bisa digunakan oleh para operator angkutan untuk melakukan pengadaan armada-armada bus baru. “Ini cara yang bagus untuk kamu memperbaiki, meremajakan semua bus,” ujar Ahok.

Selain itu, Ahok mengatakan, pihak yang akan paling diuntungkan dari diterapkannya sistem ini secara penuh adalah warga pengguna angkutan. Mantan Bupati Belitung itu menjamin bus-bus seperti Kopaja atau Kopami akan melintas di masing-masing halte bus minimal setiap 10 menit sekali.

Tarif angkutan, kata dia, juga dapat ditekan seminimal mungkin karena besarnya dana PSO yang diberikan oleh Pemprov DKI. “Untuk Kopami, Kopaja kita tetapkan Rp3.500, sama kayak TransJakarta. Kita mampu kok buat terus kasih subsidi. Kita juga mau gabungkan APTB. Kita bisa buat tiketnya menjadi hanya Rp5 ribu. Semuanya bebas naik dari halte TransJakarta,” ujar Ahok.

601 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *