280 PTS Kurang Sehat Dibina, Termasuk Di Lampung

toga-sarjanaRADIO SUARA WAJAR – Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) kembali membina 280 PTS bermasalah atau kurang sehat setelah sebelumnya 243 PTS bermasalah ditindak. Data awal Januari 2015 menyebutkan sebanyak 636 PTS mengalami masalah yang cukup rumit.

ABP-PTSI bersama Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), dan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) terus melakukan pengawasan dan pembinaan.

“Hingga kini tersisa 280 PTS dari 205 yayasan yang berkonflik. Kalau tidak kita bantu, mereka ibaratnya sedang berada di garis kritis,” ujar Ketua Umum ABP-PTSI Thomas Suyatno kepada Media Indonesia (grup Lampung Post), Jumat (26/2).

Menurutnya, persoalan yang terjadi didominasi oleh konflik yayasan antara pembina, pengurus, dan pengawas ataupun pengurus yayasan dengan pimpinan perguruan tinggi. Selain itu, masalah perebutan kekuasaan antara pimpinan dan senat perguruan tinggi.

Thomas mengatakan hampir 60% dari 280 PTS bermasalah itu berada di wilayah Sumatera, sisanya tersebar di Jawa Timur, Jakarta, Lampung, Palembang, Jawa Barat, dan Bali.

“Kita ambil contoh di Lampung, belum lama dari lima PTS bermasalah terpaksa empat harus ditutup. Lalu di Palembang, lebih dari tiga yang tidak bisa diselamatkan karena terlalu sulit. Saat itu kami sudah bicara dengan Kopertis dan Dikti,” ujarnya.

Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti Totok Prasetyo mengatakan perguruan tinggi yang kurang sehat itu memerlukan pembinaan lebih intensif.

“Kalau sakit kami lihat dulu sakitnya apa. Kalau flu itu kan cepat, tapi kalau kanker harus dipotong-potong. Misal kurang dosen tetapnya, itu yang kami dorong. Jadi tidak semua yang sakit itu sakit terus,” kata dia.

Cluster Lima

Menurut Totok, 280 PTS kurang sehat itu berada di cluster (kelompok) lima dan perlu pembinaan. Berdasarkan fakta integritas, masing-masing diberikan waktu enam bulan untuk memperbaiki.

“ABP-PTSI, Aptisi, Kopertis, nanti semua akan kami libatkan. Yang terpenting kami harus sama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Aptisi Lampung Badri Burhan membantah adanya beberapa perguruan tinggi swasta di Lampung tidak sehat. Pasalnya, dari data yang tercatat hingga kini ada 84 PTS di Lampung sepanjang 2015-2016 mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, baik oleh Kopertis maupun Kemenristek dan Dikti.

“Di Lampung sementara enggak ada, belum ada laporan ke kami,” kata Badri.

Namun, dia tidak memungkiri beberapa kendala yang dihadapi PTS saat ini adalah rasio dosen dan mahasiswa yang tidak seimbang. Banyak PTS di Lampung yang belum bisa memenuhi rasio dosen.

Menurutnya, beberapa kriteria PTS tidak sehat di antaranya tidak memiliki izin program studi, sarana dan prasarana yang tidak memadai, serta rasio dosen mahasiswa yang tidak seimbang.

“Untuk PTS yang belum memenuhi kriteria tersebut masih diberikan kesempatan untuk memenuhi,” kata dia.

 

861 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *