M Ridho Ficardo Memastikan SMKN 9 Tidak Ditutup
RADIO SUARA WAJAR – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo langsung bereaksi atas polemik SMKN 9 Bandar Lampung. Apalagi, sempat berembus isu bahwa SMKN 9 akan alihkan peruntukannnya menjadi Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Ridho mengatakan, pemerintah tengah menggencarkan program wajib belajar 12 tahun. Di sisi lain jumlah sekolah seperti piramida.
“Jumlah SD banyak, SMP berkurang sedikit, SMA makin sedikit. Artinya, kebijakan pendidikan harus bersinergi. Kalau di Kota Bandar Lampung kekurangan SMP, silakan buat sekolah baru. Tetapi, tidak mengambil piramida sedikit di atasnya. Jangan mengambil SMA atau SMK,” kata Ridho via seluler, Kamis (26/5) malam.
Jika SMA atau SMK ditutup, Ridho menilai akan terjadi ketidakjelasan bagi para lulusan SMP untuk menempuh pendidikan lanjutan. Karena itulah, Ridho menegaskan tak setuju SMKN 9 yang sudah memiliki siswa dan guru memadai, akan ditutup.
“Nanti mereka (siswa SMP) lulus mau sekolah ke mana jika ditutup?” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Bandar Lampung Suhendar Zuber memastikan tidak akan menututp SMKN 9. Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) pun akan tetap berjalan. Hal itu dikatakan Suhendar setelah melakukan pertemuan dengan Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Bandar Lampung, Dedi Amrullah, Kamis (26/5).
Pertemuan turut dihadiri Asisten III Pemkot yang juga mantan Kadisdik Bandar Lampung Sukarma Wijaya, Sekretaris Disdik Anisah, dan Kabid Gedung dan Perlengkapan, A Husni Suhendar mengatakan, pihaknya akan mempertahankan eksistensi SMKN 9. Suhendar pun menampik adanya sosialisasi dari Disdik untuk pemindahan guru dan siswa SMKN 9 ke sekolah lain, yang ditenggat sampai 15 Juni mendatang.
“Tidak ada langkah penutupan PPDB di SMKN 9 ini,” ujarnya.



