Renungan Harian, Saptu 8 Mei 2016
Sabtu Paskah VI
Injil: Yoh 16:23-28
16:23 Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. 16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, s supaya penuhlah sukacitamu. 16:25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. 16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, 16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. 16:28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”
Renungan
Sepuluh tahun lalu, ibu Ratna berdoa kepada Yesus agar RWvo, anaknya yang masih duduk di kelas dua SMP dapat naok kelas dengan nilai yang memuaskan. Ibu Ratna sangat kecewa karena ternyata anaknya itu tidak naik kelas. Ia merasa bahwa doa dan harapannya sia-sia. Tetapi pengalaman itu memacu Revo untuk lebih bersemngat dalam belajar dan mengembangkan potensi-potensi yang ia miliki. Kini, Revo amat sukses meniti karirnya. Ibu Ratna merasa bahwa REvo bisa menjadi dirinya sendiri karena pengalaman tidak naik kelas itu. Ia sadar bahwa Tuhan Yesus lebih mengetahui apa yang dibutuhkan Revo.
Tuhan mempunyai ‘cara-Nya’ sendiri dalam menjawab doa kita. Ia lebih tahu apa yang sebenarnya menjadi kerinduan dan kebutuhan kita. Banayk orang yang kecewa karena pernah demikian. Perlu kita ingat bahwa Tuhan bukanlah sebuah mall yang menyediakan segalanya dan memuaskan kita seketika itu juga. Mungkin kita bisa menggambarkannya dengan lebih baik bahwa Tuhan itu seperti kebun yang luas. Kita mesti menggerap kebun itu untuk mendapatkan panenannya, serta memohon agar kita dimampukan dalam menggarapnya. Kita yakin dan percaya bahwa Allah pasti mempunyai rencana yang paling indah dalam setiap jawaban hidup kita.
Hari ini kita diajak untuk meminta secara bijak dalam nama Yesus. Dia menjamin setiap doa kita, namun pertanyaannya adalah apakah kita sudah siap menerima jawaban atas doa-doa kita sendiri? (LH)
Doa
Ya Allah, kami bersyukur atas segala kebaikan yang boleh senantiasa kami nikmati. Bantulah kami akan kami mampu berdoa dan memohon dengan benar. Terlebih bantulah kami agar kami mampu sungguh mengerti apa yang sebenarnya kami perlukan untuk diri kami sendiri. Semoga kami senantiasa mampu berdoa dan memohon dalam nama Putera-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Amin.






