Polda Lampung Luncurkan Buku Bhayangkara Lampung Melintas Badai

Acara peluncuran buku berjudul “Bhayangkara Lampung Melintas Badai” di Mahan Agung Rabu 27 April 2016.

Acara peluncuran buku berjudul “Bhayangkara Lampung Melintas Badai” di Mahan Agung Rabu 27 April 2016.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan akar dari segala kemiskinan adalah kejahatan. Untuk itu tugas pemerintah adalah mensejahterakan rakyat dalam program pembangunan dan pemberantasan kemiskinan. Hal ini ditunjang dengan kondisi Kamtibmas yang stabil dan kondusif.

“Tidak bisa kita sebut polisi tidak bekerja secara optimal hanya karena tingkat kejahatan semakin tinggi. Ada peran serta pemerintah daerah di dalamnya untuk mensejahterakan rakyat. Setelah semua rakyat sejahtera dan masih ada kejahatan di dalamnya, itu adalah kejahatan yang sebenarnya,” tegas Gubernur.

Itu dikemukakannya saat memberikan sambutan pada acara peluncuran dan Bedah Buku “Bhayangkara Lampung Melintas Badai”, Rabu 27 April 2016 di Mahan Agung Rumah Dinas Gubernur Lampung.

Lebih lanjut diuraikan Gubernur, sebagai masyarakat Lampung, harus menjunjung tinggi adat dan istadat. “Di mata hukum kita sama. Jika keadilan terbangun semua masyarakat merasa terayomi. Untuk itu harus kita optimalkan dan pertajam, fungsi perlindungan dan fungsi pengayoman masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur menilai, satu hal yang strategis dari buku “Bhayangkara Lampung Melintas Badai”, yakni potret transformasi kepemimpinan Polda Lampung. Yakni dimulai dari masa Kapolda Bigjen Heru Winarko, Brigjen Edwardsyah Pernong dan Brigjen Ike Edwin.

“Kesinambungan ini akan tampak sehingga kebersamaan terbangun. Tongkat estafet program dapat terus dipertajam. “Kekompakan Fokorpimda menjadi landasan utama, agar perkembangan Lampung dapat melaju dengan cepat,” kata Gubernur.

Sementara itu, Kapolda Lampung dalam paparannya menyampaikan, Polda Lampung berupaya menekan seminim mungkin angka curas di Lampung. Salah satunya dengan menerapkan operasi sepanjang masa yakni razia pada 400-600 titik sepanjang hari. Upaya ini menurutnya, dapat menurunkan kriminal sampai 42% tingkat kejahatan.

“Ini sudah pernah saya terapkan di Surabaya. Dan sekarang juga diterapkan di Lampung, untuk menghilangkan curas (begal) dan kejahatan lain. Kedepan sudah tidak boleh ada lagi kata ‘Lampung Pabrik Begal’,” tegas Brigjen Ike Edwin.

Sementara itu mantan Kapolda Lampung Brigjen Edward Syah Pernong menjelaskan, buku tersebut diinisiasi mantan Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko.

“Kenapa judulnya “Melintas Badai”, karena tugas Polisi seperti menerjang badai, angin topan. Tapi semua itu harus dilintasi. Jika kita lintasi artinya Polda Lampung dapat menaklukan badai dan melewatinya,” jelasnya.***

Reporter : Robert

1067 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *