Pemerintah Diminta Perhatikan Pengembangan Pangan Bukan Beras

IMG_20150210_154645

Ilustrasi

RADIO SUARA WAJAR –  Pemerintah pusat diminta lebih memperhatikan pengembangan pangan pokok bukan beras, sehingga harga pangan tersebut dapat lebih kompetitif dengan harga beras.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Kusnadi, di Bandarlampung, Senin (25/4) mengatakan harga pangan pokok bukan beras yang dianggap lebih mahal dari harga beras membuat masyarakat enggan untuk mengkonsumsinya, padahal kualitas panganan tersebut dinilai lebih baik dan menyehatkan.

Ia menyebutkan, harga pangan pokok bukan beras terlihat lebih mahal dari harga beras karena lebih disebabkan belum adanya subsidi dari pemerintah pusat untuk pengembangan dan produksinya. Menurutnya, harga beras sebenarnya akan tinggi jika dari benih, pupuk dan pengolahannya tidak disubsidi oleh pemerintah.

Karena itu, Kusnadi mengharapkan pemerintah pusat agar lebih serius jika memang ingin menggalakkan bahan pangan bukan beras kepada masyarakat dengan memberikan subsidi pada biaya produksinya.

Ia menjelaskan, pangan pokok yang bukan berasal beras atau dari ubi, sebenarnya lebih sehat, dimana tingkat kandungan gulanya lebih rendah dan lebih mudah dicerna oleh tubuh, karena itu, pemerintah sudah seharusnya lebih intens menyosialisasikan pentingnya panganan tersebut kepada masyarakat dan memberikan subsidi sehingga harganya dapat lebih kompetitif.

Sebelumnya, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung telah membentuk Asosiasi Produsen Beras Siger untuk menyeragamkan hasil produk dan harga pangan yang merupakan ikon daerah setempat. Asosiasi itu melakukan standarisasi hasil produk beras siger yang merupakan ikon Lampung.

 

1434 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *