Kasus Kematian Beruntun 3 Pasien di RS Mitra Husada Pringsewu

slider-1RADIO SUARA WAJAR – Kepolisian Daerah Lampung melakukan investigasi atas meninggalnya tiga pasien yang meninggal secara beruntun di Rumah Sakit Mitra Husada (RSMH) Pringsewu, Rabu (6/4).

Keberadaan tim dari Polda Lampung ini dibenarkan oleh Komite Medik RSMH Pringsewu dr Agung Mudapati SpA. Agung juga membenarkan soal adanya tiga pasien yang meninggal secara beruntun paska operasi, Senin (4/4) kemarin.

Menurut Agung, pasien pertama berusia 16 tahun atas nama Rehan, warga Kalirejo, Lampung Tengah, yang menjalani operasi verikokel. Pasien lainnya adalah Suripto (60) warga Pringombo Kelurahan Pringsewu Timur, yang menjalani operasi tumor di kaki.

Adapun, pasien yang terakhir adalah Devi (29), warga Menggala Kabupaten Tulangbawang yang menjalani operasi caesar.

Sementara itu Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Indonesia menyarankan untuk tidak cepat menyimpulkan peristiwa tiga orang pasien tewas secara beruntun, pascaoperasi sebagai dugaan malapraktik.

Menurut Ketua BPRS Indonesia Selamet Riyadi Yuono, ada syarat tertentu suatu tindakan dokter bisa disebut sebagai malapraktik, seperti, adanya unsur kesengajaan.

BPRS merupakan unit nonstruktural pada Kementerian Kesehatan, yang melakukan pembinaan dan pengawasan rumah sakit secara eksternal, yang bersifat nonteknis perumahsakitan. Mereka melibatkan unsur masyarakat, bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan, dan menjalankan tugas bersifat independen.

Mirip Kasus RS Siloam

Selamet mengakui, kejadian tiga orang pasien tewas beruntun di RSMH Pringsewu, menyerupai kejadian dua orang pasien meninggal akibat obat anastesi (obat bius) buvanest spinal di Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang pada 2015 lalu.

“Buvanest di Siloam, kira-kira hampir mirip dengan itu prosesnya. Prosesnya juga sama, tapi apakah itu (obat) penyebabnya kami belum tahu. Kira-kira, prosesnya sama seperti itu, seperti yang ada di Siloam. Tapi kayaknya, merek berbeda,” kata Selamet.

Dia juga mengaku belum tahu apakah obat yang digunakan anastesi untuk tiga pasien dengan penyakit berbeda itu sama. Menurut dia, pihak rumah sakit baru menyampaikan kronologis, terkait bagaimana tiga pasien tersebut meninggal. Urutan kejadiannya, yakni tiga pasien berbeda-beda ini ada yang sexiocaesar, verikokel, dan tumor.

Setelah operasi itu, tambah dia, ketiga pasien mengalami kejang-kejang dan meninggal ketika diupayakan keselamatannya di High Care Unit (HCU). Namun, dia mengatakan, penyebab pastinya belum tahu, karena obat atau human error.

Selamet mengatakan bahwa sampel obat itu telah diambil untuk diperiksa dan dirinya meminta untuk semua pihak menunggu pemeriksaan, diperkirakan satu dua minggu hasilnya dapat lihat .

 

4194 Total Views 1 Views Today

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *