Pemakaman Katolik Negeri Sakti menjadi tempat peristirahatan terakhir Mgr. Henri

Mgr. Emeritus Dr. A. Henrisoesanta, SCJ saat baru tiba dan disemayamkan di Aula Gereja Katedral Kristus Raja Tanjungkarang, Bandar Lampung Jumat 11 Maret 2016.

Jenazah Mgr. Emeritus Dr. A. Henrisoesanta, SCJ saat baru tiba dan disemayamkan di Aula Gereja Katedral Kristus Raja Tanjungkarang, Bandar Lampung Jumat 11 Maret 2016.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Mgr. Emeritus Dr. Andreas Henrisoesanta, SCJ akan dimakamkan di tempat pemakaman katolik Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Begitu selesai Misa Requiem pada Minggu 13 Maret 2016 pukul 11.00 WIB, jenazah Mgr. Henri akan langsung dikebumikan disana.

Vikjen Keuskupan Tanjungkarang RD Yacobus Hariprabowo kembali menegaskan alasan dipilihnya tempat pemakaman katolik Negeri Sakti ini.

“Itu memang keinginan Mgr. Henri sendiri. Sejak beliau masih segar bugar maupun setelah akhir-akhir. Beliau berkali-kali mengutarakan keinginannya untuk dimakamkan disana, bukan hanya sekali,” terang Romo Vikjen.

Diterangkan Romo Hari, alasan Mgr. Henri ingin dimakamkan di Negri Sakti menurut Romo Hari, karena ingin dekat dengan masyarakat. “Saya ingin dekat dengan masyarakat. Mgr. Henri menggunakan istilah masyarakat waktu itu. Bukan umat, tapi masyarakat,” kenang Romo Vikjen kepada Radio Suara Wajar petang ini, Sabtu 12 Maret 2016.

Karena keinginan ini telah diutarakan Mgr. Henri sewaktu hidup, maka pihak Keuskupan Tanjungkarang memenuhinya. “Maka kami memenuhi keinginannya dari pelayanannya sebagai imam, sebagai uskup bahkan sampai akhir hayatnya beliau ingin bersama-sama umatnya,” pungkas Romo Hari.

Sebagaimana diketahui, tempat pemakaman Negeri Sakti merupakan milik Paroki Katedral Kristus Raja Tanjungkarang Bandar Lampung.***

Reporter : Robert

1847 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *