Vikjen Keuskupan Tanjungakarang : Mgr. Henri Pencetus Istilah Persaudaraan Sejati

Vikjen Keuskupan Tanjungkarang RD Yakobus Hari Prabowo saat ditemui di Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, Jumat 11 Maret 2016.

Vikjen Keuskupan Tanjungkarang RD Yacobus Hariprabowo saat ditemui di Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, Jumat 11 Maret 2016.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Vikjen Keuskupan Tanjungkarang RD Yacobus Hariprabowo menilai bahwa Mgr. Dr. Andreas Henrisoesanta, SCJ merupakan sosok visioner. Demikian dikatakan Romo Hari –- begitu RD Yakobus Hari Prabowo akrab dipanggil – kepada Radio Suara Wajar saat menjemput jenazah Mgr. Henri di Bandara Radin Inten II Lampung Selatan pagi tadi, Jumat 11 Maret 2016.

“Karena Bapa Uskup itu memang pastoralnya itu sangat progresif ke depan. Sedangkan kebanyakan kita romo-romo misalnya itu tidak terlalu mudah untuk mengikuti jalan pikirannya. Sangat visioner, artinya sudah berfikit sekian tahun ke depan,” pungkasnya.

Menurut Romo Hari, istilah “persaudaraan sejati” yang saat ini diadopsi juga oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) adalah Mgr. Henri pencetusnya.

“Ada istilah-istilah yang beliau buat, ternyata kemudian nanti dipakai oleh KWI, misalnya istilah ‘persaudaran sejati’. Itukan di Keuskupan Tanjungkarang sudah dipakai sejak tahun 1992 lalu. Tapi ternyata kemudian di KWI muncul, di tahun-tahun berikutnya. Penyebutan istilah-istilah yang semula dimunculkan oleh Mgr. Henri diadopsi oleh KWI dan menjadi populer di keuskupan lain. Itu sudah biasa,” jelasnya.

Sebagai informasi, pada tahun 1962, Mgr. Henrisoesanta menempuh studi di Universitas Gregoriana, Roma, Italia. Di sentral pelayanan umat Katolik sedunia itu, Mgr. Henrisoesanta meraih gelar doktor hukum gereja dengan disertasinya berjudul Probatione per Documente in Prisessu Camonico pada 10 Juli 1966.***

Reporter : Robert

2249 Total Views 4 Views Today

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *