Renungan Harian, Selasa 29 Februari 2016

Yesus-ditolak-di-Nazaret

Senin Prapaskah III

Injil: Lukas 4:24-30

“Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon”.

Renungan

Sakit penyakit dan penderitaan menjadi fenomena kehidupan yang menjadi bagian dari kehidupan manusia sepanjang sejarahnya. Demikian juga kebaikan dan kebijakan menjadi perjuangan setiap orang sepanjang sejarah kehidupannya. Setiap orang, sadar atau tidak pasti pernah memperjuangkan sebuah kebaikan atau kebijakan tertentu, paling tidak sekali seumur hidupnya hal itu terjadi.

Injil hari ini paling tidak mengajak kita untuk melihat sisi kehidupan dari dua pihak yang berbeda, bahkan mungkin bersebarangan. Pihak pertama kita bisa melihat apa yang menjadi perutusan Yesus, yakni membawa keselamatan kepada setiap orang. Dalam perikopa ini Yesus menyatakan sebagian kecil dari identitas-Nya. Injil hari ini mengkisahkan Yesus yang tidak diterima oleh orang-orang yang ada di sekitarnya karena kebaikan-kebaikan yang dibawa-Nya. Yesus ditolak bukan karena ia berbuat jahat atau membunuh atau merampok. Ia ditolak karena pengajaran-Nya yang banyak tidak sejalan dengan pengajar-pengajar yang ada sejamannya. Ajaran yang baru dengan perspektif yang berbeda, dan sebenarna banyak ajaran bijak, justru dipertanyakan oleh orang-orang yang mengenal-Nya.

Pihak kedua kita bisa melihat dari sisi orang banyak yang menolak, atau lebih tepatnya mempertanyakan bagaimana mungkin Yesus melakukan semuanya itu. Kita bisa mengerti jika ada ajaran baru yang berbeda dengan arus pada umumnya, sering kali kita lebih banyak menolak dari pada menerimanya. Bahkan mungkin kita bisa mengatakannya sebagai yang sesat. Yang tidak jarang kita buat adalah seperti orang-orang sekitar Yesus yang menggiring Yesus ke tepi jurang dan hendak melemparkan-Nya.

Ajaran yang baru belum tentu dengan mudah kita terima. Sering kali kita terlalu nyaman berada dalam kemapanan yang mana kita tidak perlu untuk berpikir dan bertindak banyak untuk mengadakan perubahan atau perkembangan yang baru. Apalagi yang membawa perubahan adalah orang-orang yang kita kenal latar belakangnya. Jika sang perubah itu adalah orang-orang yang menurut kita berada di bawah kita, entah secara ekonomi ataupun secara intelektual, atau secara budaya, sering kali kita tidak mudah menerimanya, entah secara lisan maupun di dalam hati. Dengan kata lain kita menolaknya.

Yesus hari ini mengingatkan para pendengar-Nya tentang salah satu bagian sejarah kehidupan mereka. Ketika mereka diingatkan hal itu, mereka ternyata tidak menerima bagian sejarah hidupnya. Mereka menjadi marah dan tidak mengakui yang sejarah masa lalu mereka alami. Bagi kita, masa lalu juga menjadi bagian sejarah hidup kita. Baik ataupun buruk, itulah sejarah hidup kita. Menerima atau tidak, tergantung dari cara kita memandang masa lalu. Masa lalu yang kelam akan menjadi sumber pembelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan saat ini.

Berhadapan dengan masa lalu yang tidak mudah kita terima, kita bisa membawanya bersama dengan Yesus. Harapan dan sumber keselamatan kita senantiasa hadir dalam hidup kita. Yesus Kristus lah yang menjadi acuan hidup kita. Masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang akan menjadi semakin berharga ketika kita mampu untuk merenungkan dan menjalankannya dalam nama Yesus. Mungkin saja kita pernah menolaknya pengalaman kelam hidup kita, namun jangan pernah menolak Yesus yang hendak masuk dalam setiap peristiwa pengalaman hidup ita.

Yesus senantiasa menawarkan keselamatan kepada kita. Semoga kita tidak menolaknya karena kenangan masa lalu yang mungkin membuat kita malu untuk mengakuinya. Di dalam nama Yesus, kita memaknai masa lalu, menghidupi masa kini, dan merencanakan masa yang akan datang.

Doa

Ya Tuhan, teguhkan lah niat kami untuk membangun pertobatan yang tulus. Semoga kami mampu untuk melihat yang baik dalam sejarah hidup kami. Bantulah kami ketika kami mengalami kesendirian dalam hidup. Semoga kami mampu melihat berkat dalam situasi-situasi yang tidak mudah dalam hidup kami. Tuhan, bantulah kami untuk senantiasa mengarahkan diri kepada-Mu.

Amin.

 

1525 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *