Gubernur Lampung lakukan rapat koordinasi bersama forkopimda Kota Bandar Lampung

Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Bandar Lampung, Rabu (3/2) di Gedung Semergo Pemkot Bandar Lampung.

Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Bandar Lampung, Rabu (3/2) di Gedung Semergo Pemkot Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo memaparkan titik berat pembangunan Provinsi Lampung ke depan. Yakni diprioritaskan pada peningkatan kualitas infra-struktur pertanian, jalan, jembatan, penyeberangan, penerbangan, energi, dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Demikian disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Bandar Lampung, Rabu (3/2) di Gedung Semergo Pemkot Bandar Lampung.

“Melalui rakor ini dapat pula dibahas menyangkut program pembangunan yang selama ini menjadi dambaan masyarakat Provinsi Lampung, khususnya Kota Bandar Lampung. Seperti pembangunan di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya,“ kata Gubernur.

Dijelaskan Karo Humas dan Protokol Bayana, dalam Rakor dibahas khusus pengembangan kawasan dan infrastruktur Kota Bandar Lampung. Ke depan direncanakan untuk menjadikan Bandar Lampung Metropolitan; Water Front City, Revitalisasi Kawasan PKOR sebagai Kawasan Olahraga, Kawasan Saburai sebagai sentra bisnis, Pengembangan Kawasan Pendidikan IAIN, ITERA, dan sekitarnya. Selain itu penataan simpang (under pass) Tugu Radin Inten, fly over simpang Pelabuhan Panjang dan lainnya.

“Untuk mengakomodasi semua rencana dimaksud, Pak Gubernur meminta segera ditetapkan Perda RTRW dan Peraturan Zonasi Kota Bandar Lampung,” jelas Karo Humas.

Gubernur mengatakan, Rapat Koordinasi (Rakor) memiliki makna yang sangat strategis sebagai forum evaluasi terhadap pembangunan yang dilaksanakan dan sampai sejauhmana manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Selain itu memantapkan seluruh aktivitas pembangunan, meningkatkan dan membangkitkan partisipasi masyarakat termasuk menyelaraskan, menyerasikan dan menghar-monisasikan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan oleh Pemerintah Pusat.

Ditambahkan Karo Humas dan Protokol, terkait pelaksanaan Pemilukada Serentak di delapan kabupaten/kota di Provinsi Lampung, termasuk di Kota Bandar Lampung. Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak terkait. Sehingga Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Kota Bandar Lampung telah dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan berkualitas.

Menyikapi tantangan, peluang serta hambatan dalam pembangunan yang senantiasa akan kita hadapi, Gubernur meminta dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah pusat, dan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Yakni untuk memberikan dukungan penuh dan partisipasi aktif bagi kemajuan masyarakat Daerah Lampung,” kata Karo Humas.

Dalam kesempatan tersebut Pj. Walikota Bandar Lampung Sulpakar menjelaskan, selama kurun waktu lima tahun belakangan telah nampak pesatnya pembangunan dan telah dirasakan oleh seluruh masyarakat baik yang berada di Bandar Lampung, maupun dari luar daerah Bandar Lampung.

“Tentu ini adalah berkat dukungan dari Pemerintah Provinsi. Beberapa ruas jalan milik Provinsi di Bandar Lampung telah diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Ini adalah komitmen bentuk kecintaan Gubernur kepada rakyat di Bandar Lampung,” ujar Sulpakar disambut riuh tepuk tangan dari seluruh peserta rakor.

Selanjutnya PJ. Walikota Bandar Lampung, meminta kepada Gubernur memprioritaskan pembangunan sejumlah ruas jalan di Kota Bandar Lampung. Seperti Jalan Pramuka, Jalan Martadinata dan beberapa aset-aset Pemprov yang ada di Bandar Lampung.

Asisten II Sekretaris Kota Bandar Lampung Pola Pardede dalam paparannya dihadapan Gubernur dan seluruh peserta rakor manyampaikan, Struktur APBD TA. 2016 Kota Bandar Lampung sebesar Rp. 2 Trilyun lebih terdiri dari 49 % (Belanja Tidak Langsung), 51 % (Belanjar Langsung). Adapun program prioritas Pemerintah Kota Bandar Lampung terbagi menjadi tujuh bidang antara lain Bidang Pendidikan 20 %. Tahun ini dialokasikan dana Rp. 163,95 milyar dengan prioritas yaitu bina lingkungan bantuan perlengkapan sekolah, bantuan insentif guru honor, peningkatan kapasitas guru, penyediaan perlengkapan/seragam guru pns dan non pns serta penyediaan dan pemilihan bibit unggul daerah.

Program lain, Bidang Kesehatan 17 % dengan program prioritas : berobat gratis bagi seluruh penduduk Kota Bandar Lampung, peningkatan sarana prasarana kesehatan dan Pengembangan posyandu dan 126 Poskeskel.

Bidang lingkungan hidup dan kebersihan 2 persen dengan program prioritas; program pengembangan pengelolaan persampahan, Program penataan dan pengembangan keindahan kota. Bidang ekonomi kerakyatan 2 persen terdiri dari program: pembinaan kelompok kerja usaha, penyaluran kredit ekonomi kerakyatan.

Pembinaan sentra produksi kripik, pencapaian swasembada pangan melalui pembangunan saluran irigasi teknis dan pemanfaatan pekarangan dan lainnya.

Bidang good governance/pelayanan publik 7 persen dengan program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah. Pelayanan perizinan cepat dan keliling, publikasi dan promosi pelayanan perizinan dan pengaduan, Peningkatan pelayanan publik dan sertifikasi tanah gratis bagi masyarakat yang belum mampu.

Bidang Sosial dan Keagamaan 3 persen dengan program: bantuan sosial untuk pengurus masjid (marbot), pembangunan masjid berornamen Lampung, bantuan kerumah ibadah dan bantuan uang duka.

Bidang Infrastuktur 49 % dengan program pembangunan flyover Kota Bandar Lampung, peningkatan dan pelebaran jalan W.A Abdurahman dan Jalan Gajahmada.

Peningkatan jalan kota 12 ruas, jalan lingkungan 245 ruas dan jembatan sebanyak 7 buah. Selain itu Pembangunan gedung kantor pemerintah, rehabilitasi jembatan timbang dan pasar Way Halim dan pemasangan APIL ATCS simpang Tugu Adipura.***

Reporter : Robert

688 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *