Renungan Harian, Selasa, 26 Januari 2016

Yeus-dan-sanak-saudaraNya-HIDUP-KATOLIKSelasa, 26 Januari 2016
Peringatan S. Timotius dan Titus, Uskup

INJIL: Mrk 3:31-35

Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya, “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata, “Inilah ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Siapa saja yang melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, saudara-Ku perempuan dan ibu-Ku.”

RENUNGAN:

Yesus mengalami suatu perubahan yang signifikan, ketika pada usia 30 tahun, Dia menerima dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan, lalu pergi berpuasa untuk empat puluh hari lamanya di padang gurun. Setelah Ia kembali dari retret yang cukup lama dan berat itu, Yesus mulai bertindak-tanduk sebagai seorang pengkhotbah publik. Ia mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat dan menyerukan orang-orang supaya bertobat. Kemudian, ada sekelompok murid yang berkumpul di sekeliling dirinya dan mengikuti-Nya ke sana ke mari. Banyak waktu Yesus digunakan untuk bergaul dengan orang-orang berdosa, seperti para pemungut cukai, PSK dan pengemis. Banyak orang yang mulai mengikut Dia, orang sakit, orang yang dirasuki roh jahat. Yesus begitu sibuknya sehingga waktu untuk makan saja tidak ada.

Waktu Yesus sedang mengajar dan ketika itu kepada Yesus diberitahukan bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya ada di luar dan berusaha untuk menemui diri-Nya, maka jawab Yesus kepada mereka terdengar cukup provokatif: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” (Mrk 3:33). Kemudian, sambil melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya, Yesus berkata lagi: “Inilah ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Siapa saja yang melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, saudara-Ku perempuan dan ibu-Ku” (Mrk 3:34-35).

Apa yang mula-mula terdengar sebagai sebuah teguran keras ternyata merupakan sebuah undangan kepada siapa saja untuk menjadi bagian dari keluarga Yesus – dan dalam proses untuk mengenal diri-Nya dengan lebih baik. Tidak ada satu pun dari kita – bahkan yang memiliki beberapa gelar doktor dalam ilmu teologi – yang dapat mengenal secara lengkap siapa Yesus itu.

Yesus – Tuhan dan Juruselamat kita semua – tetap masih dapat mengejutkan kita. Namun di tengah-tengah kejutan-kejutan yang dibuat oleh-Nya, ada satu hal yang pasti: Kita dapat bertumbuh semakin dekat dengan Yesus selagi kita memuliakan dan mentaati sabda-Nya. Inilah alasan hakiki mengapa Yesus telah memberikan Roh Kudus-Nya kepada kita – untuk mengajar kita dan memberdayakan kita.

DOA:

“Ya Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau membawa kepadaku iman kepada Putera-Mu terkasih, Yesus Kristus. Oleh Roh Kudus, perdalamlah imanku. Ajarlah aku lebih dan lebih lagi tentang Ysus sehingga dengan demikian aku dapat mengasihi-Nya dengan lebih lagi. Amin.”

1105 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *