Manipulasi Rapor, Sekolah Pasti di Blacklist!

dscf4029

Ilustrasi

RADIO SUARA WAJARSanksi bagi sekolah yang memanipulasi rapor siswa untuk diikutkan pada proses seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) sepertinya tidak main-main. Ketua Panitia SNMPTN  2016 Universitas Lampung (Unila) Prof. M. Komarudin memastikan sekolah yang berbuat curang itu akan di-blacklist dari daftar penerimaan jalur SNMPTN.

Kendati begitu, lanjut Komar –sapaan akrabnya, pemberian sanksi bakal melalui prosedur. Yaitu dengan meminta klarifikasi kepala sekolah yang dicurigai memanipulasi nilai rapor siswa.

’’Karena bisa jadi kesalahan disebabkan human error dalam mengisi rapor. Kami juga memiliki database yang diambil dari daftar pokok pendidikan (dapodik),” ujarnya kemarin (18/1).

Pada kesempatan itu, Komar juga menjelaskan terkait kuota penerimaan untuk PTN. Menurutnya, kuota penerimaan dari SNMPTN sebesar 40 persen, SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) 30 persen, dan ujian mandiri 30 persen.

’’Kuota untuk SNMPTN tahun ini dikurangi, tahun lalu 50 persen. Pengurangan berdasarkan hasil evaluasi Kemenristekdikti. Sebab, selama ini nilai rapor sering menunjukkan angka mendekati 100 sehingga membuat sulit PTN menjatuhkan pilihan,” katanya.

Dilanjutkan, PTN dalam menentukan siswa yang bakal ditampung harus berdasarkan database yang terdafatar di dapodik. Baru dari situ, PTN mengorelasikan dengan IPK mahasiswa sebelumnya dengan siswa yang baru lulus di tahun ini.

’’Korelasi yang kita lihat ini dari banyaknya lulusan sekolah itu yang berkuliah di PTN (kakak tingkat) dengan siswa yang baru lulus (adik tingkat). Kalau banyak alumni suatu sekolah kuliah di PTN itu, peluang adik tingkatnya diterima kian besar,” jelas dosen teknik elektro Unila ini.

Selain itu, parameter lainnya adalah melihat indeks integritas sekolah. Semakin tinggi integritasnya, maka semakin baik. Karena itu, sambung dia, akreditasi sekolah memengaruhi jumlah kuota yang akan diterima di PTN.

Sekolah dengan akreditasi A akan diambil 75 persen dari siswa yang teranking, sekolah akreditasi B 50 persen, sekolah akreditasi C 30 persen, dan sekolah di bawah akreditasi lainnya 10 persen.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Menengah-Tinggi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Teguh Irianto mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan perihal punishment bagi sekolah yang ketahuan curang dalam mengisi data dan nilai siswa untuk SNMPTN ini.

’’Kalau punishment itu sebetulnya kewenangan PTN-nya. Tetapi, kami sudah mengimbau agar sekolah bertindak jujur dan bersih. Kalau mereka curang, kita kasih punishment sesuai prosedur. Nggak bisa di luar itu. Mungkin teguran dulu, karena itu (sanksi) memang kewenangan PTN,” ucapnya.

Hari Pertama Tak Ada yang Input

Masa pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) SNMPTN dibuka mulai kemarin (18/1). Namun ternyata, belum ada satu pun sekolah yang meng-input data siswa kelas XII.

Perkembangan pengisian PDSS SNMPTN itu disampaikan Koordinator Pokja Humas Panitia Pusat SNMPTN 2016 Bambang Hermanto. Dia menjelaskan, minimnya jumlah sekolah yang meng-input di awal-awal masa pengisian PDSS ini bukan hal yang terlalu mengkhawatirkan. ’’Setiap tahun kecenderungannya memang sepi di awal, tetapi nanti ramai menjelang penutupan,” katanya.

Pegawai di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung itu menuturkan, masa pengisian dibuka sampai 20 Februari nanti. Jadi masih sekitar satu bulan lagi. Bambang mengatakan, ada sejumlah alasan kenapa di hari pertama pengisian, jumlah sekolah yang sudah input data masih nihil. Di antaranya sekolah ingin mempelajari dahulu secara detail persyaratannya.

’’Alasan itu wajar. Karena jangan sampai ada kesalahan input data yang malah merugikan siswa,” tutur Bambang.

Dia menjelaskan, sejatinya pengisian atau input data PDSS dibuka sepanjang tahun. Sehingga sekolah memiliki banyak waktu untuk mencicil entry data siswanya.

Tetapi dalam praktiknya, sekolah meng-input data siswa secara serentak. Yaitu data nilai rapor mulai kelas X semester 1 sampai kelas XII semester 1 (total 5 semester) di-input sekaligus. Sehingga data yang harus dimasukkan sangat menumpuk. Menurutnya, wajar sekolah memilih memasukkan data rapor siswa sekaligus. Sebab kesibukan sekolah banyak, mulai urusan dana BOS, pengisian dapodik, sertifikasi guru, dan sejenisnya.

Meski begitu, Bambang mengingatkan supaya sekokah tidak serentak input data di akhir masa pengisian PDSS. Sebab jika pengisiannya menumpuk, ada potensi gangguan server. ’’Masukan saya setelah mempelajari teknis pengisiannya, segera masukkan data PDSS,” katanya.

Diketahui, pengisian nilai rapor di PDSS SNMPTN 2016 dimulai kemarin. Panitia berharap sekolah jujur dalam memasukkan nilai rapor. Mereka memberikan peringatan supaya sekolah tidak mengubah nilai rapor untuk memanipulasi data siswa.

Ketua Umum SNMPTN 2016 Rochmat Wahab menjelaskan, panitia tetap menggunakan acuan nilai rapor untuk penentu kelulusan SNMPTN. Nilai rapor itu diisi masing-masing kepala sekolah ke PDSS SNMPTN. Proses pengisian PDSS berlangsung mulai hari ini (18/1) sampai 20 Februari nanti.

Setiap semester nilai rapor siswa yang ada di PDSS itu akan diperbarui dengan hasil rapor terkini. ’’Kepala sekolah tidak perlu mengubah-ubah nilai rapor siswa. Nanti pasti ketahuan kalau niatnya jelek,” kata rektor Universitas Negeri Jogjakarta itu.

 

1410 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *