Anda boleh lupa semuanya, tapi jangan lupa Tuhan karena Dialah Sang Tujuan Hidup kita di dunia

Para lansia Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung Bandar Lampung pada acara ramah tamah usai mengikuti Misa Natal Bersama Lansia di area samping gereja setempat, Sabtu 02 Januari 2016
BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – “Anda boleh lupa semuanya, anak, cucu, cucit, suami, istri, teman, saudara, dll. Tapi ada satu yang tidak boleh lupa, Tuhan Yesus yang kita rayakan kelahirannya pada Natal ini. Jadi kalau kalau Anda marah-marah saat mulai lupa, langsung berdoa, kalau Anda mulai lupa semuanya, langsung berdoa, supaya tidak lupa Tuhan karena Dialah Sang Tujuan Hidup kita di dunia ini” seru RD Kuriawan Jati, Romo Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung Bandar Lampung.
Pesan itu disampaiknya dalam khotbah pada Misa Natal Bersama Lansia (lanjut usia) di gereja setempat Jl. Ikan Kakap No. 4, Teluk Betung, Bandar Lampung, Sabtu 02 Januari 2016 lalu.
Menurut Romo Jati, begitu panggilan akrabnya, orang-orang yang termasuk golongan lansia tentunya lebih banyak pengalaman hidupnya, tetapi mulai menurun dalam banyak hal termasuk kesehatan, kekuatan dan pikiran.
“Ada sebuah buku, berjudul Ketika Ibu Melupakanku. Sepintas dari judul ini, kita akan mengatakan bagaimana mungkin ibu yang melahirkan melupakan anak yang dilahirkannya. Biasanya, anak yang melupakan ibunya. Buku ini mengulas banyak hal dari sisi psikologis dan kesehatan, terhadap lansia yang mengalami kepikunan sehingga lupa pada anak-anaknya” pungkasnya.
Berdasarkan buku itu, menurut Romo Jati sebelum mengalami kepikunan (alzheimer) kebanyakan dari lansia ada tanda-tanda atau gejala yang mengarah pada penyakit lupa tersebut.
“Misalnya orang mulai lupa, lupa pada nama anak-anak, lupa pada suami atau istri, bahkan lupa bahwa dia sudah makan. Sehingga terus menerus minta makan, dan lain-lain” jelasnya.
Melihat masalah ini, menurut Romo Jati hendaknya keluarga sebagai pendamping utama harus dengan kesetiaan dan kesabaran agar orangtua tidak cepat mengalami kepikunan.
Diakhir khotbah, Romo Jati mengajak umat yang mengikuti misa tersebut untuk mengikuti gerakan dan nyanyian yang diperagakannya.
“Semua ikut gerakan saya, Anda semua kakek, nenek, bapak, ibu, anak, pokonya semuanya yang ada disini. Saya bisa lupa segalanya, tapi saya tidak boleh lupa akan Tuhan. Saya bisa lupa segalanya, tapi saya tidak boleh lupa akan Tuhan” dendang Romo Jati seraya mengajak umat untuk mengikuti kata-kata dan gerak tubuhnya. Dengan gaya seadanya, para lansia pun mengikuti serta semua umat yang ada disitu.
Sebagai informasi, pada kesempatan itu, Romo Jati menawarkan memberikan sakramen penyembuhan yakni pengakuan dosa dan pengurapan orang sakit/minyak suci bagi para lansia yang ambil bagian dalam misa ini. Romo Jati yang awalnya ragu menawarkan sakramen penyembuhan tersebut menjadi bersemangat, karena seluruh lansia tanpa ragu-ragu dan rasa takut langsung maju dan bersedia menerima.
Usai pemberian sakramen, acara dilanjutkan ramah-tamah di pelataran samping gereja dan ditutup dengan pembagian bingkasan natal oleh panitia kepada semua lansia.***
Reporter : Robert





