Biarawati Berkisah tentang Perampokan dirinya

 

RADIO SUARA WAJAR – Di ruang kerja kapolresta pada Senin (4/1/2016), Suster (biarawati) Fransis Lydia Sumiati FSGM (Lydia-red)  mengisahkan peristiwa perampokan yang menimpa dirinya pada 5 Juni 2015 lalu di hadapan Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Hari Nugroho.

Ketika itu ia hendak menuju tempatnya bekerja di STIE Gentiaras sekitar pukul 10.00 wib. Sr. Fransis FSGM adalah Ketua STIE Gentiaras.

Saat berada di jalan, ada satu mobil yang ditumpangi dua tersangka Nanang dan Lukman menghampiri Lydia. Menurut Lydia, para tersangka menanyakan mengenai alamat Jalan Ratu kepada dirinya.

Lydia memberitahu bahwa alamat yang dimaksud ada di depan. Namun kedua tersangka tetap meminta Lydia mengantarkan ke alamat tersebut dengan naik ke mobil. Lydia pun naik ke mobil. Ketika sampai di dekat STIE Gentiaras, Lydia meminta turun.

Mobil berhenti. Pada saat Lydia membuka pintu, pintu terkunci. Lydia berusaha membuka pintu namun tidak berhasil. Lalu, tutur dia, salah satu tersangka memukuli Lydia. “Satu orang itu memukul wajah saya berkali-kali hingga saya tidak bisa melihat,” tutur dia.

Pada saat itu, Lydia hanya bisa berdoa agar cepat diturunkan. “Saya merasa takut diperkosa karena tersangka menindih saya. Jadi saya hanya bisa berdoa,” ujarnya. Setelah sampai di tempat sepi, kata dia, kedua tersangka menurunkan dirinya.

Lydia mengatakan, ia sempat berjalan sempoyongan beberapa meter mencari pertolongan. Akhirnya, Lydia tiba di sebuah warung. Ia mengetuk. Keluarlah seorang perempuan. Perempuan itu kaget melihat kondisi Lydia yang bajunya dipenuhi darah.

Beruntung, kata Lydia, ia mengingat salah satu nomor telepon temannya. Perempuan tersebut menghubungi temannya memberitahu kondisi Lydia. Lydia pun dijemput temannya itu lalu dibawa ke rumah sakit.

 

1037 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *